Kapuslitbang Hutan: Filosofi 7T untuk Keberhasilan Peneliti

Posted By Rizda 12 September 2017 - 04:18 am

BP2LHK Manado (Manado, 09/08/2017)_Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan (Puslitbang Hutan), Dr. Ir. Kirsfianti Linda Ginoga, M.Sc melakukan kunjungan dan pembinaan ke Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado, Kamis – Jumat, 7-8 September 2017. Saat pembinaannya, Kepala Puslitbang Hutan menyampaikan filosofi 7T untuk mencapai keberhasilan peneliti.

“Saya selalu menekankan agar 7T yang harus dilakukan oleh seorang peneliti yaitu Telaah, Teliti, Temukan, Tulis, Terapkan, Tebarkan dan Tiru agar penelitian bisa berguna di masyarakat,” kata Kirsfianti di kantor BP2LHK Manado, Jumat (08/09).

Didampingi oleh Koordinator Bidang penelitian HHBK, Dr. Hesti Lestari Tata, S.Si, M.Si  dan Kabag Umum dan staf dari Puslitbang Hutan, Kirsfianti juga menyampaikan pentingnya semangat, integritas dan amanah terhadap pilihan yang diambil. Itu adalah salah satu perwujudan dari revolusi mental yang harus melekat pada diri kita sebagai abdi negara.

Menyambut baik semangat tersebut, Kepala BP2LHK Manado Ir. Dodi Garnadi, M.Si mengungkapkan rasa terima kasih atas kunjungan serta kesediaan Ibu Kapuslitbang Hutan memberikan pembinaan kepada segenap pegawai BP2LHK Manado.

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan presentasi tentang Jabatan Fungional Peneliti serta E-Peneliti oleh Dr. Hesti Lestari Tata, S.Si, M.Si selaku Koordinator Bidang penelitian HHBK yang juga Ketua Tim Penilai Peneliti Unit (TP2U).

Sehari sebelumnya, Kamis (07/09), Kapuslitbang Hutan dan tim melakukan kunjungan ke plot pengembangan penanaman murbei unggul dan pemeliharaan ulat sutera dan plot pengembangan teknologi inokulasi gaharu pada tegakan gaharu masyarakat di Tomohon.

Di akhir kunjungannya Kapuslitbang Hutan dan tim memantau perkembangan anoa di Anoa Breeding Centre (ABC) Manado, mengunjungi Arborertum BP2LHK Manado yang sudah menerapkan Sistem Informasi Arboretum dan QR-code, melakukan penanam pohon matoa yang merupakan buah khas Sulawesi-Papua serta menerima sertifikat menanam dari Kabalai BP2LHK Manado.***MF

Write a comment

Komentar