Belajar Budidaya Lebah Madu dan Produk Turunannya, Mahasiswa UITM Malaysia Berkunjung ke BP2TSTH Kuok

Posted By Rizda 11 September 2017 - 06:26 am

BP2TSTH (Kuok, 05/09/2017)_Balai Penelitian Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) Kuok menerima kunjungan praktek lapangan dari mahasiswa University Teknologi Mara (UITM) Malaysia sebanyak 23 orang. Mahasiswa semester 2 jurusan holtikultura yang didampingi oleh dosen pengajarnya dari Universitas Islam Riau (UIR) bertujuan untuk memperoleh informasi dan pelatihan singkat terkait dengan budidaya lebah madu dan produk turunannya.

“Kedatangan kami kesini bertujuan untuk memperoleh informasi terkait dengan pengembangan budidaya lebah madu yang ada di Indonesia, bagaimana cara melakukan budidaya lebah madu yang baik dan benar agar diperoleh hasil yang baik juga,” kata salah satu pendamping.

Hal ini senada dengan salah satu tupoksi BP2TSTH sebagai institusi riset yaitu mendiseminasikan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan dengan tujuan untuk memberikan informasi untuk masyarakat luas.

“Pada dasarnya instansi kami terbuka kepada masyarakat umum, khususnya yang ingin belajar terkait dengan budidaya lebah madu. Jenis lebah yang ada di Indonesia dan Malaysia pun tidak jauh berbeda, sehingga diharapkan dengan informasi dan teknologi yang didapat disini dapat diterapkan dan disebarluaskan di tempat asal mereka,” kata Ir. R. Gunawan Hadi Rahmanto, M.Si., Kepala BP2TSTH Kuok.

Lebah dan pohon (bunga) memiliki hubungan yang tidak bisa dipisahkan (simbiosis mutualisme) dimana lebah membutuhkan nectar yang terdapat pada bunga sebagai bahan makanannya. Apabila konversi lahan hutan secara besar-besaran bukan tidak mungkin lebah-lebah tersebut akan pergi.

“Jadi, diharapkan mampu mengimbangi antara menanam dan menjaga hutan agar keberlangsungan hidup lebah dapat terjaga,” kata Gunawan.

Jenis lebah madu di Malaysia tidak jauh berbeda dengan jenis lebah yang ada di Indonesia. Terdapat 5 spesies lebah bersengat di Malaysia, yaitu Apis dorsata (Lebah Tualang), Apis mallifera (Lebah Import), Apis cerana (Lebah Kampung/Keran), Apis florea (Lebah Lalat) dan Apis andreformis (Lebah Kecil).

Dari 5 spesies tersebut, hanya 2 yang boleh diternakkan dan dijinakkan di Malaysia, yaitu lebah import dan lebah keran untuk tujuan komersil dan paling banyak digunakan dalam industri lebah madu. Sedangkan jenis lebah madu di Indonesia adalah Apis andreniformis, Apis cerana, Apis dorsata, serta Apis koschevnikovi.

Pada kesempatan ini, Drs. Purnomo selaku peneliti lebah madu BP2TSTH Kuok mendemonstrasikan beberapa koloni lebah seperti Apis cerana, Trigona itama, Trigona laeviceps, Trigona thoracica dan Trigona apicalis. Selain memamerkan jenis-jenis lebah, para mahasiswa juga dibekali cara-cara memanen madu yang baik dan benar serta beberapa produk turunan dari lebah madu seperti madu, propolis, lilin dan pollen.

“Permintaan madu dari lebah di Malaysia tergolong sangat tinggi, terutama dari negara-negara maju seperti Amerika, China dan beberapa Negara di benua Eropa. Pasar madu dunia menjanjikan potensi ekspor non-migas yang sangat menggiurkan,” kata Purnomo.***ASY & DR

Write a comment

Komentar