Tingkatkan Perekonomian Suku Anak Dalam (SAD) melalui Budidaya Rotan Jernang

Posted By lusi 08 September 2017 - 12:00 am

BP2LHK Palembang (Palembang, 31/08/2017)_Penyebarluasan hasil penelitian dengan menggunakan teknologi digital memudahkan dan merupakan langkah penting dalam mensosialisasikan hasil penelitian. Hal ini yang menjadi alasan PT. Astra Agro Lestari Tbk berkunjung ke BP2LHK Palembang (Selasa, 29/08).

Dalam kunjungannya Freddy T.H. Sinurat, Kepala Departemen CSR PT. Astra Agro Lestari Tbk. Mengatakan, “Setelah hampir putus asa, tidak tahu harus kemana lagi mencari informasi, kami melihat Website BP2LHK Palembang yang banyak bercerita tentang budidaya rotan jernang, mata kami kembali terbuka”.  

Dikatakan Freddy bahwa perusahaannya sedang mencari mitra untuk membina Suku Anak Dalam (SAD) yang bermukim di desa-desa yang berdampingan dengan salah satu anak perusahaannya di Jambi.

Ditambahkan Freddy, Kepala Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial KLHK merekomendasikan rotan jernang untuk dikembangkan, karena meskipun komoditas ini terpinggirkan, getah jernang banyak dicari industri-industri besar. Hanya saja, Dirjen Perhutanan Sosial tidak kompeten untuk mengembangkannya. Karena itulah, “kita berharap dapat bekerjasama dengan BP2LHK Palembang dalam pengadaan bibit jernang, pelatihan teknis, pengawasan dan pengendalian hama.” Tambah Freddy.

Kunjungan ini disambut baik oleh Kepala Seksi Data Informasi dan Kerjasama BP2LHK Palembang, Anita TL Silalahi, S.Hut, M.P, yang mewakili Kepala Balai. “Kami sangat senang Bapak bisa hadir di Palembang, ini membuktikan bahwa website Balai berfungsi dengan baik dalam mendiseminasikan hasil-hasil penelitian kami”, ujarnya.

Lebih lanjut Anita menyampaikan, sebagai bentuk pelayanan teknis ke masyarakat, Balai sangat antusias mendukung program yang akan dijalankan PT. Astra Agro Lestari Tbk tersebut.

Tim Penelitian Rotan Jernang BP2LHK Palembang, diwakili oleh ketua tim penelitian, Sahwalita, S.Hut, MP. memberikan presentasi penelitian rotan jernang. “Potensi jernang sudah cukup lama dikenal sebagai komoditi yang memiliki nilai jual yang tinggi, namun sedikit sekali terekspos diluar, ditambah lagi dengan susahnya menemukan pohon rotan jernang di masyarakat.” Kata Sahwalita.

Menurut Sahwalita, “Rotan Jernang biasanya ditemukan di tempat yang sulit dijangkau, seperti di tepi sungai yang terjal. Dijelaskan bahwa kelangkaan ini terjadi karena masyarakat suka menebang pohon jernang muda untuk diambil umbutnya. Selain itu, budidaya rotan jernang juga sulit dilakukan, salah satunya karena getah jernang diambil dari buah muda, sehingga susah untuk mendapatkan buah masak sebagai sumber benih. Ini yang menyebabkan sistem keberlanjutannya sukar dijaga.” Jelasnya.

Anggota tim penelitian rotan jernang lainnya juga mengingatkan PT. Astra Agro Lestari Tbk soal kendala sosial di SAD tersebut. “Budaya mereka itu budaya memungut, bukan menanam. Agak sulit untuk mengubah pola pikir mereka dan mengajak untuk menanam”, ujar Sri Lestari, S.Hut, M.S.E, M.A.

Freddy menuturkan bahwa perusahaannya juga memikirkan hambatan yang sama dalam menjalankan program ini nantinya. Namun program ini diharapkan mampu meningkatkan animo SAD untuk menanam rotan jernang. Karena apabila SAD tidak diberikan keahlian dan diarahkan untuk membudidayakan Jernang, dikhawatirkan dalam 7-8 tahun mendatang, sawit milik perusahaan akan terancam dan SAD ini juga akan tetap dalam kemiskinan dan kebodohan. Mereka akan gampang dieksploitasi pihak lain yang bisa mengancam keberadaan perusahaan kami”, jelasnya.

Hari kedua kunjungannya, perwakilan PT. Astra Agro Lestari Tbk ini berkesempatan mengunjungi persemaian rotan jernang di KHDTK Kemampo (Rabu, 30/08/2017). “Persemaian ini merupakan persemaian yang paling sederhana yang pernah kita bangun. Tujuannya agar gampang diadopsi masyarakat”, ujar peneliti BP2LHK Palembang, Nanang Herdiana, S.Hut, M.Sc. Saat ini BP2LHK Palembang memiliki 5.000 bibit rotan jernang siap tanam.

Astra Agro Lestari Tbk merupakan salah satu perusahaan perkebunan dan produsen minyak sawit terbesar di Indonesia. Melalui anak perusahaannya, PT. Sari Aditya Loka (PT. SAL) yang berlokasi di Jambi, sedang mempersiapkan perhutanan sosial dalam bentuk kemitraan dengan Balai Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) dengan tujuan meningkatkan perekonomian warga Suku Anak Dalam (Orang Rimba) melalui penanaman dan pemanfaatan jernang (Daemonorops draco) pada areal zona pemanfaatan tradisional di TNBD.***FA

 

 

Write a comment

Komentar