Merdekakan Sungai Ciliwung dari Limbah dan Sampah

Posted By lusi 05 September 2017 - 04:14 am

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Senin, 4 September 2017. Masih dalam semangat peringatan kemerdekaan RI yang ke-72, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus berupaya memerdekakan sungai dari limbah dan sampah. Setelah peresmian program rehabilitasi sungai “Ekoriparian Ciliwung Srengseng Sawah” oleh Menteri LHK, pada 15 April lalu, kini KLHK melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), menyelenggarakan kegiatan Arung Sungai Ciliwung, pada hari Minggu (03/09/2017).

 
Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya diajak untuk menyusuri Sungai Ciliwung, namun juga ikut membersihkan sampah di sekitar Sungai Ciliwung. Sekitar 150 orang yang terdiri pelajar, komunitas pecinta alam, swasta, dan masyarakat, ikut dalam kegiatan ini. 
 
Tidak ketinggalan, Direktur Jenderal PPKL, MR. Karliansyah, beserta Direktur Pengurangan Resiko Bencana BNPB, Lilik Kurniawan, Direktur Pengendalian Pencemaran Air, Sekretaris Direktorat Jenderal PPKL, Kepala Biro Hubungan Masyarakat, serta Pimpinan perusahaan pendukung kegiatan melalui CSR, juga ikut mengarungi Sungai Ciliwung, dimulai dari ruas sungai di bawah jembatan Juanda Cijago, Kota Depok dan berakhir di dermaga Ekoriparian Ciliwung Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.
 
MR. Karliansyah menyampaikan bahwa, program ini dapat direplikasi di beberapa segmen Sungai Ciliwung, dan sungai-sungai lainnya seperti di Citarum dan Sungai Asahan Toba. “Ekowisata sungai seperti Ekoriparian Ciliwung Srengseng Sawah tidak hanya menjadi sarana wisata saja, tetapi juga sarat akan edukasi perbaikan kualitas air, sehingga sungai-sungai di Indonesia dapat segera pulih kembali fungsinya sebagai fungsi ekologi, ekonomi, dan sosial”, tutur MR. Karliansyah.
 
Karliansyah juga menjelaskan bahwa, manfaat dari program Ekoriparian Ciliwung Srengseng Sawah kini mulai terasa. Salah satunya yaitu, dengan membaiknya kualitas air di kawasan segmen tersebut, dimana tahun sebelumnya memiliki kondisi cemar berat, saat ini menjadi cemar ringan.
 
“Ekoriparian Ciliwung Srengseng Sawah telah menjadi pusat pelatihan rescue di Sungai Ciliwung oleh BNPB seluruh Indonesia. Lembaga Ekoriparian Ciliwung Srengseng Sawah yang telah dibentuk juga menyiapkan paket-paket green camp untuk anak sekolah belajar berkemah ramah air, minim sampah, membuat kompos dari sampah, serta memanfaatkan kompos untuk bercocok tanam”, Karliansyah menambahkan.
 
Sementara itu, kegiatan Arung Sungai Ciliwung, juga merupakan kegiatan pertama penggunaan dermaga, dan penggunaan lampu dengan tenaga matahari (solar cell) di kawasan Ekoriparian Srengseng Sawah. Karliansyah berharap, dengan bertambahnya kegiatan dan fasilitas tersebut, dapat kembali mewujudkan Sungai Ciliwung yang sehat dan bernilai ekonomi, ekologi, sosial serta budaya, serta bermanfaat bagi masyarakat.(*)
Write a comment

Komentar