Eksplorasi Galam di Kalsel, Fahutan UGM Libatkan BPDAS HL Barito dan BP2LHK Banjarbaru

Posted By Rizda 08 August 2017 - 12:00 am

BP2LHK Banjarbaru (04/08/2017)_Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) akan melakukan eksplorasi tanaman galam di Kalimantan Selatan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini akan melibatkan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS HL) Barito dan Balai Litbang LHK (BP2LHK) Banjarbaru.

Untuk itu, Rabu (02/08), Giri Suryanta dari BPDAS HL Barito memfasilitasi kegiatan diskusi terkait eksplorasi tanaman Galam (Melaleuca cajuputi subs cumingiana) di wilayah BPDAS HL Barito.

Pada pertemuan tersebut, Kepala BP2LHK Banjarbaru yang diwakili Winingtyas Wardani menyambut baik kegiatan yang akan dilaksanakan. Winingtyas juga mengkoordinir para peneliti BP2LHK Banjarbaru untuk memberikan masukan dalam diskusi yang difasilitasi BPDAS HL Barito. Diskusi ini diawali dengan presentasi singkat dari Marya Tiara Hapsari dan dilanjutkan dengan diskusi.

“Hampir semua kabupaten di Kalsel terdapat pohon galam, jadi harus ditentukan di awal mau diambil di wilayah mana? yang saya ketahui galam banyak terdapat di Kabupaten Barito Kuala,” kata Dony Rachmanadi, Peneliti Muda BP2LHK Banjarbaru.

Rusmana, peneliti lainnya menambahkan bahwa sifat tumbuh pohon galam yaitu di gambut tipis dan terbuka. “jadi memang dominan di Kabupaten Tanah Laut dan Barito Kuala. Untuk kriteria pohon plus galam apakah seperti kriteria pohon plus jenis lain? karena di lapangan pohon Galam ada yang sudah berbuah, meskipun tinggi baru 2 meter,” kata Rusmana.

Tiara, mahasiswa yang akan melakukan eksplorasi menjelaskan bahwa kriteria pohon plus sama dengan jenis yang lain. Terkait itu, Purwanto Budi Santosa, peneliti muda  BP2LHK Banjarbaru mengatakan, kalau memang tujuannya untuk breeding, bagusnya diambil semua, sekaligus dapat informasi penyebarannya.

“Parameter lingkungan juga harus diukur sebagai data pendukung,” kata Tri Wira Yuwati, Peneliti Madya BP2LHK Banjarbaru turut menambahkan.

Kesimpulan dari pertemuan singkat ini, akan didata 300 batang pohon galam sesuai dengan kriteria pohon plus di kota Banjarbaru, Kabupaten Tapin, Tanah laut,  Barito Kuala, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Selatan. Eksplorasi akan dilaksanakan selama 1 bulan, dan selanjutnya akan didetailkan lagi jadwal kegiatan yang akan dilakukan.

Mengakhiri diskusi, Giri Suryanta berterimakasih atas sambutan hangat dari BP2LHK Banjarbaru, dan secepatnya akan menindaklanjutinya dengan surat resmi untuk peneliti pendamping dari BP2LHK Banjarbaru yang membantu kegiatan eksplorasi ini. Giri juga menyarankan kepada tim agar dipertengahan eksplorasi ada ekspose sementara  untuk melengkapi hasil yang telah didapatkan.

Kegiatan ekplorasi yang didanai oleh Andalan Pulp and Paper  (APP) Riau ini akan dilaksanakan oleh Prof. Dr. Ir. Moh. Na’iem, M.Agr.Sc, Widyanto, Ph.D dan tim yakni 2 orang mahasiswa  Fahutan UGM yaitu Marya Tiara Hapsari, S.Hut dan Andi Nugroho,S.Hut.

Kegiatan  yang akan dilakukan adalah mengetahui sebaran galam dan mengumpulkan benih dari beberapa pohon plus galam. Kegiatan lainnya yaitu meneliti  keanekaragaman genetik pohon galam yang diketahui banyak tumbuh di wilayah Kalimantan Selatan.***

Write a comment

Komentar