Kombinasi Pupuk Nitrogen dan Inokulasi Fusarium Mampu Meningkatkan Pembentukan Senyawa Aromatik Gubal Gaharu

Posted By Rizda 07 August 2017 - 08:03 am

BP2THHBK (Mataram, 03/08/2017)_Kombinasi pemberian pupuk nitrogen dan inokulasi fusarium pada tanaman penghasil gaharu dapat memicu meningkatnya pembentukan senyawa aromatik dan warna gubal gaharu. Hal ini disampaikan Resti Wahyuni, peneliti Balai Litbang Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu (BP2THHBK) pada seminar IUFRO-INAFOR Joint International Conference yang diselenggarakan di Yogyakarta, Indonesia, pada 24 – 27 Juli 2017.

Pada presentasinya, Resti menegaskan, budidaya gaharu bisa menjadi salah satu cara untuk memenuhi permintaan produksi gaharu yang berkelanjutan. Metode inokulasi buatan yang efektif diperlukan untuk mendorong pengembangan gaharu budidaya.

“Proses pembentukan gaharu ini cukup rumit, karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya umur pohon, musim, lokasi geografis, lingkungan, spesies, dan waktu, berapa lama proses pembentukan gaharu tersebut berlangsung. Oleh karena itu diperlukan ujicoba yang berkelanjutan pada situasi dan kondisi yang berbeda,” kata Resti memaparkan.

Resti mencobanya menggunakan bibit tanaman Aquilaria malaccensis yang berumur 10 bulan dengan tinggi sekitar 1 meter. Pemberian fusarium dilakukan dengan menempelkannya pada batang anakan. Sedangkan pemupukan dilakukan bersamaan dengan inokulasi dengan dosis tertentu per anakan dan diulang 45 hari kemudian.

Fusarium yang digunakan Resti dalam ujicoba ini adalah F.solani yang dikultur pada media padat Potato Dextrose Agar (PDA) dan diinkubasi dalam suhu kamar selama 7 hari. Setelah membentuk koloni di PDA, F. solani dengan miselium berwarna putih dipilih untuk inokulasikan.

“Setelah 3 bulan perlakuan, dilakukan pengamatan, hasilnya  cukup menggembirakan. Pasalnya sesuai harapan dan hipotesisnya. Gaharu yang terbentuk memiliki warna yang berbeda dalam setiap perlakuan,” kata Resti kepada peneliti yang hadir dari berbagai negara pada acara internasional tersebut.

Resti menjelaskan, secara fenotif, warna yang coklat paling gelap dan paling harum dihasilkan dari A. malaccensis yang diberi perlakuan dengan kombinasi pemupukan nitrogen dan inokulasi F. solani, dengan dosis 4 gram per anakan.

Tiga senyawa kimia yang berhasil teridentifikasi adalah silanadiol dimetil, asam 4-etil benzoat dan 1,4,7,10,13,16- hexaoxacyclooctadecane dengan persentase masing-masing 25,7;  17,62; dan 3,56 persen. A. malaccensis yang dipupuk nitrogen dan di inokulasi F. solani selama 3 bulan mampu menginduksi formasi senyawa aromatik namun warnanya masih coklat tua.

Penemuan ini merupakan harapan baru bagi pengembangan pergaharuan dimasa mendatang, dan menjadi referensi untuk dapat diaplikasikan  pada tanaman dewasa dengan dosis dan perlakuan tertentu.***WD

Write a comment

Komentar