Upaya Bersama Cegah Karhutla

Posted By lusi 07 August 2017 - 06:21 am
 
Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sabtu, 5 Agustus 2017. Berdasarkan laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, pantauan hotspot pada tanggal 4 Agustus 2017 pukul 20.00 WIB, Satelit NOAA19 menunjukkan terdapat 36 hotspot di seluruh wilayah Indonesia. Sedangkan data satelit TERRA/AQUA (NASA) dengan confidence level ?80% menunjukkan adanya 7 hotspot di seluruh wilayah Indonesia. Dan data TERRA/AQUA (LAPAN), terdapat 55 hotspot di seluruh wilayah Indonesia.Pada hari sebelumnya per tanggal 3 Agustus 2017, di seluruh Indonesia tercatat 42 hotspot oleh satelit NOAA19, 14 hotspot tercatat oleh satelit TERRA/AQUA (NASA) dan 12 hotspot tercatat oleh satelit TERRA/AQUA (LAPAN).
 
Total hotspot berdasarkan satelit NOAA19 per 1 Januari – 4 Agustus 2017 dilaporkan sebanyak 1.326 hotspot. Sedangkan catatan pada tahun 2016 untuk periode yang sama, yaitu sebanyak 1.174 hotspot. Terdapat kenaikan jumlah hotspot sebanyak 152 titik atau sebesar 12,94%.
 
Sementara total titik hotspot per 1 Januari - 4 Agustus 2017 TERRA/AQUA (NASA) dengan confidence level ?80% sebanyak 280 hotspot. Pada periode yang sama tahun 2016 terdapat titik hotspot sebanyak 1.839 hotspot, maka saat ini terjadi penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.839 hotspot atau sebesar 86,78%.
 
Adapun update kondisi terkini dilapangan, lahan gambut di Desa Ibul Besar 1 Kec. Pemulutan Kab. Ogan Ilir, Provinsi Sumsel terbakar seluas 9,7600 Ha. Manggala Agni Daops Banyuasin telah melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan bertipe permukaan pada kedalaman gambut 30 cm ini, dan api yang berhasil dipadamkan seluas 2 Ha, (4/8/2017).
Upaya pemadaman ini didukung dengan keberadaan sumber air dari kanal dengan lebar 4m dan kedalaman 2m di dekat lokasi.
 
Berdasarkan Laporan Kepala Daops di daerah, luas areal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang ditangani oleh Manggala Agni sampai dengan tanggal 4 Agustus 2017 seluas 4.328,48 Ha.
 
Disamping operasi darat, upaya pemadaman karhutla dilakukan melalui operasi udara yang melibatkan 15 pesawat udara gabungan Kementerian LHK dan BNPB. Hingga Jumat (4/8/2017), rekapitulasi total dukungan operasi udara dalam pengendalian karhutla, telah melakukan upaya water bombing sebanyak 32.71.900 liter air dan 74 juta ton garam untuk teknologi modifikasi cuaca (TMC).
 
Pencegahan karhutla juga dilakukan melalui pembangunan fisik yang dikerjakan oleh para pihak di tujuh provinsi rawan karhutla berupa sekat kanal 21.036 unit, embung 2.581 unit,dan sumur bor 11.941 unit. Untuk membantu satgas karhutla, Masyarakat Peduli Api (MPA) dibentuk di desa rawan karhutla di 26 provinsi dengan jumlah anggota 9.963 orang/664 regu.
 
Kepala Biro Humas, Djati Witjaksono Hadi, menyampaikan bahwa dalam rangka optimalisasi upaya pencegahan karhutla tahun 2017, Kementerian LHK bersinergi dengan berbagai pihak melaksanakan upaya-upaya pencegahan karhutla. Sinergi itu dilakukan Kementerian LHK diantaranya dengan TNI, POLRI, BNPB, dan satgas-satgas provinsi. Upaya pencegahan dilakukan untuk mencegah agar tidak munculnya titik api dan menekan tingkat bahaya karhutla utamanya di provinsi rawan di Sumatera dan Kalimantan.
 
“Upaya pencegahan karhutla yang telah dilaksanakan yaitu berupa peningkatan status kedaruratan, patroli terpadu, operasi udara yang meliputi patroli udara, water bombing, pembuatan hujan buatan/Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), dan operasi darat yang meliputi patroli mandiri dan pemadaman dini,” terang Djati. (***)
Write a comment

Komentar