Bioinformatika Dukung Pemuliaan Tanaman Hutan agar Lebih Efektif dan Efesien

Posted By Rizda 04 August 2017 - 06:33 am

B2P2BPTH (Yogyakarta, 02/08/2017)_Sains komputer, teknologi informasi dan biologi/genetika molekuler memberikan kontribusi yang sangat besar dalam berkembangnya bioinformatika, sebuah disiplin ilmu baru. Dalam pemuliaan tanaman atau hybrid, bioinformatika bermanfaat untuk mengidentifikasi kumpulan gen yang berperan dalam pengaturan sifat morfologis. Selain itu juga berguna untuk seleksi pohon plus secara molekuler.

“Sehingga proses seleksi dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien dari pada seleksi secara konvensional,” kata Priyo Kusumedi, Kepala Bidang Umum, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH), mewakili Kepala Balai saat membuka Workshop Bioinformatika, Selasa (01/08) di Ruang Seminar B2P2BPTH.

Lebih lanjut Priyo mengatakan bahwa bioinformatika adalah penerapan teknik komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi biologis.

“Jadi bioinformatika ini sering digunakan oleh rekan-rekan kelompok peneliti dari Bioteknologi dan membantu tugas laboratorium genetika molekuler dalam menyusun dan melaksanakan kegiatan penelitian berbasis DNA,” kata Priyo.

Menurut Dr. Adi Pancoro dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Insitut Teknologi Bandung, salah satu narasumber pada workshop tersebut, bioinformatika dapat memberikan penjelasan dan pemahaman tentang genome, transcriptome dan proteome untuk menganalis, menvisulisasikan dan menginterpretasikan data-data DNA, RNA, Protein, metabolome dan sistem biologi.

Tujuan dari bioinformatika adalah untuk lebih memahami sel hidup dan bagaimana fungsinya di tingkat molekuler; dan menganalisis urutan molekul mentah dan data struktural.

“Penelitian bioinformatika dapat menghasilkan wawasan baru dan memberikan global perspektif sel (aliran informasi genetik didikte oleh Dogma sentral biologi DNA, RNA, protein dan jalur),” kata Adi.

Dr. Adi dalam perkenalannya di workshop ini mengemukakan bahwa bioinformatika bukan suatu hal baru di ITB karena telah pernah dikerjasamakan dengan Pusbanghut Perhutani Cepu cukup lama untuk mengembangkan bioinformatika dalam penanganan tanaman.

Di sela-sela acara, narasumber lainnya, Dr. Husna Nugrahapraja menjelaskan bahwa tujuan dan manfaat dari workshop ini adalah para peserta mengoleksi identifikasi hasil eksplorasi baik flora maupun fauna secara molekuler sehingga dapat diketahui kualitas potensi sumber daya genetiknya.

“Selain itu juga bagi insitusi BBPPBPTH, dapat membantu dalam seleksi tanaman unggul melalui eksplorasi marka-marka dan gen-gen yang berperan dalam sifat-sifat unggul,” kata Dr. Husna.

Harapannya untuk setelah mengikuti workshop ini, institusi BBPPBPTH dapat lebih mendiversifikasi riset artinya dengan bioinformatika ini dapat memperkaya hasil-hasil riset.

“Konkritnya dari data-data riset yang sudah ada dapat dikembangkan riset-riset baru berbasis in silico sehingga mengakselerasi penemuan-penemuan baru yang bermanfaat bagi pengembangan sumber daya genetik flora dan fauna,” kata Dr. Husna pada break sesi pertama workshop tersebut.

Workshop Bioinformatika selama 3 hari, 1 - 3 Agustus 2017 ini terselenggara berkat kerjasama B2P2BPTH dan Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, ITB. Selain Dr. Adi Pancoro, Dr. Husna Nugraha, narasumber lainnya yang hadir adalah Dyah Nadira Zarra, M.Sc.

Workshop diikuti oleh peneliti dan teknisi Kelompok Peneliti Bioteknologi B2P2BPTH yang berjumlah 15 orang. Materi yang disampaikan cukup banyak meliputi: Perkenalan Bioinformatika; Metagenomics Analysis; Gene Prediction in Eukarya; dan Biological Database Gene Annotation (Gene Onthology); serta Metagenomics Analysis Phylogenetic Analysis.***BW

Write a comment

Komentar