KHDTK Aek Nauli akan Dikembangkan dengan Konsep Edutainment

Posted By Rizda 27 July 2017 - 06:37 am

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, 26/07/2017)_Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli akan mengembangkan KHDTK Aek Nauli dengan konsep edutainment. Dengan suguhan konsep wisata yang unik dan mengedukasi, cakupan pengunjung KHDTK Aek Nauli yang sebelumnya hanya wisatawan lokal dan pelajar sekitar kawasan, diharapkan dapat bertambah luas dari luar provinsi, seluruh Indonesia bahkan dari luar negeri.

Konsep Edutainment secara sederhana dapat diartikan sebagai konsep wisata sambil belajar. Konsep ini tidak hanya menonjolkan unsur entertainment tapi juga unsur edukasi yang akan menambah wawasan wisatawan yang berkujung serta menjadi sarana pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan.

Konsep ini diusung oleh Tim Kerja Proyek Perubahan dengan Kepala BP2LHK Aek Nauli sebagai project leader yang merupakan salah satu output akhir dari rangkaian pembelajaran pada Diklat Kepemimpinan Tingkat III Angkatan XVIII Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Konsep ini sudah digarap selama dua bulan, mulai dari pembentukan tim kerja, pembahasan konsep tema edutainment, membuat SOP, melaksanakan inhouse training bagi pemandu wisata, serta penyediaan sarana dan prasarana yang akan mendukung seluruh pelaksanaan kegiatan.

Ketua Tim Kerja Proyek Perubahan, Dr. Aswandi, peneliti silvikultur BP2LHK Aek Nauli menyatakan bahwa tema-tema  yang dipilih dalam pelaksanaan Konsep Edutainment di KHDTK Aek Nauli merupakan potensi unggulan. Potensi ini diharapkan dapat menyentuh seluruh lintas usia dan pendidikan. Tema-tema tersebut akan dikemas semenarik mungkin untuk mempermudah wisatawan dalam menyerap informasi dan edukasi yang disuguhkan, ujar Aswandi.

Tema-tema yang dipilih yaitu Budidaya lebah madu; Pemanenan Kemenyan; Penyadapan Getah Tusam; Budidaya Pakan Gajah; serta Pengolahan Pirdot & Taxus. Setiap tema diawasi oleh penanggungjawab tema dan dibantu oleh Pemandu wisata yang ahli di bidangnya.

“Setiap alur kegiatan kunjungan wisata edutainment akan dilaksanakan sesuai dengan SOP yang telah dibuat dan diawasi secara intensif untuk memastikan kenyamanan wisatawan,” kata Aswandi.

Pada kesempatan ini, Kepala Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, Pratiara, S.Hut, M.Si menegaskan bahwa KHDTK Aek Nauli merupakan laboratorium alam bagi penelitian dan pengembangan kehutanan dan lingkungan hidup dengan ratusan koleksi keanekaragaman hayati dataran tinggi yang diintegrasikan dengan berbagai IPTEK kehutanan dan lingkungan.

“Berbagai produk litbang seperti kebun benih, tegakan benih, taman etnobotani, persemaian dan perbenihan tanaman hutan dan penangkaran satwa yang dilindungi sering menjadi atraksi yang menarik bagi kunjungan wisatawan, baik pelajar, maupun masyarakat umum di kawasan ini,” kata Pratiara.

“Pengamatan berbagai jenis koleksi flora yang unik, serta fauna burung, mamalia, dan pengamatan primata yang hidup bebas, tegakan tusam yang mendominasi, pohon kemenyan, beserta budidaya lebah madu, dan beberapa objek kunjungan menarik lainnya, KHDTK Aek Nauli ini sangat potensial dikembangkan sebagai kawasan wisata ilmiah atau edutainment,” kata Pratiara menambahkan.

Dengan seluruh potensi, persiapan, dan dukungan dari semua pihak, KHDTK Aek Nauli siap dengan konsep Edutainment. Konsep ini juga diharapkan dapat menjadi panutan dan setter dalam pengelolaan KHDTK di seluruh Indonesia.

Menurut UU No. 41 tahun 1999, Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) adalah kawasan hutan yang ditetapkan untuk keperluan penelitian dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan serta kepentingan religi dan budaya setempat.

Penunjukan KHDTK Aek Nauli sebagai Hutan Penelitian dan Pendidikan diatur dalam SK Menteri No. 39 tahun 2005 yang merupakan prubahan dari SK Menteri No. 398 tahun 1988.

KHDTK Aek Nauli terletak di ketinggian 1200 mdpl, memiliki keanekaragaman flora dan fauna,  pemandangan yang indah, udara yang sejuk serta akses yang sangat strategis sebagai jalur wisata Danau Toba. KHDTK Aek Nauli juga didukung oleh SDM yang mumpuni di bawah pengelolaan BP2LHK Aek Nauli, berupa peneliti, teknisi, dan petugas lapangan yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing.***Pratiwi & Alharis Muslim

Write a comment

Komentar