Perlunya Peningkatan Akses Masyarakat dalam Pemanfaatan Hutan

Posted By Tuti 25 July 2017 - 12:00 am

Forda (Yogyakarta, 24/07/2017)_Menurut Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI), Dr. Henry Bastaman, Konferensi IUFRO-INAFOR yang mengangkat tema "Promoting Sustainable Resources From Plantations for Economic Growth and Community Benefits", sejalan dengan kebijakan Pemerintah Indonesia, yakni memberikan akses hutan untuk kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.

Kepala Badan menyatakan bahwa hasil-hasil penelitian yang akan dipaparkan oleh para peneliti dari berbagai negara dalam Konferensi ini bisa menjadi bahan informasi untuk diterapkan di Indonesia.

"BLI bisa tukar menukar informasi hasil penelitian mengenai bagaimana memastikan hutan bisa diakses dan memberikan manfaat bagi masyarakat tetapi tanpa merusak hutan," ujar Henry ketika memberikan sambutan pembukaan di Hotel Alana Yogyakarta, Senin (24/07/2017).

International Union of Forest Research Organizations atau yang disebut IUFRO adalah organisasi internasional yang menyatukan lebih dari 15 ribu ilmuwan dalam bidang kehutanan dari 110 negara. Sedangkan INAFOR merupakan forum komunikasi dua tahunan peneliti bidang kehutanan di Indonesia. Penyelenggaraan INAFOR kali ini merupakan forum komunikasi yang keempat.

Henry berharap hasil riset dapat mondorong pembangunan hutan tanaman dan bermanfaat bagi masyarakat setempat, memperkuat networking dan peningkatan aplikasi IPTEK yang dihasilkan oleh BLI.

Upaya ini perlu didukung dengan penggalangan kerjasama multi pihak. Pada kesempatan ini dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan beberapa stake holder diantaranya Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, Universitas Gajah Mada, Universitas Mulawarman dan Universitas Muhamadiyah Palangkaraya.

Sementara itu Sekda DIY, Drs. Sulistyo menyampaikan selamat datang dan sangat mengapresiasi acara penting ini. Sekda berharap pertemuan ini akan menghasilkan rekomendasi bagi kebijakan pemerintah, sekaligus mempromosikan budaya Yogyakarta.

Konferensi ini juga dihadiri oleh Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristek DIKTI, Muhammad Dimyati. Menurutnya Pemerintah berkewajiban menyetabilkan kondisi kehutanan beserta produknya. Menurut Dimyati, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan beberapa regulasi pada kegiatan penelitian dan juga berusaha menyelesaikan masterplan nasional riset 2017.

Hasil IPTEK dan inovasi KLHK merupakan modal dasar dalam pengembangan kerjasama sekaligus peningkatan pendapatan masyarakat. Untuk meningkatkan jejaring kolaborasi dan memberikan apresiasi kepada masyarakat, KLHK mengundang perwakilan Kelompok Tani Agroforestry Tumbang Nusa, di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah dan Komunitas Gaharu di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, hadir dalam IUFRO-INAFOR.

Ada 6 topik yang akan dibahas pada international conference ini, yaitu Plantation management for sustainable production; Diseases and pests; Genetics and breeding; Risk and Mitigation; Forest-based Products for Greener Future; dan Forests for Community Benefits.

Dalam rangkaian acara ini dilakukan penanaman jenis tanaman endemik Gunung Merapi. Upaya ini merupakan program KLHK untuk merestorasi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi yang terkena dampak erupsi pada tahun 2010.***MNA.

Write a comment

Komentar