Presiden Jokowi: Menangkan Persaingan Global dengan Inovasi, Kreativitas dan Entrepreneurship

Posted By Rizda 20 July 2017 - 12:00 am

BLI (Jakarta, 20/07/2017)_Rabu (19/07), Presiden Joko Widodo membuka rapat kerja nasional X Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dan Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2017 di Jakarta Convention Center (JCC). Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengajak pemimpin daerah, para bupati untuk memenangkan persaingan global dengan berpikir inovatif, kreatif, dan entrepreneurship (memiliki jiwa kewirausahaan).

"Sekarang ini kalau kita ingin memenangkan persaingan, negara atau daerah harus punya tiga hal yang sangat penting, inovasi dalam segala hal, kreativitas yang terus-menerus dan entreprenuership. Ini yang harus disiapkan daerah. Tiga hal inilah yang menjadi kewajiban kita semua, baik pemerintah pusat maupun daerah, agar kita memenangkan persaingan,” kata Presiden Jokowi.

Selain itu, Presiden Jokowi juga berpesan agar para kepala daerah meninggalkan pola pikir konvensional dan tidak produktif. Presiden mengambil contoh soal perizinan cepat.

“Jangan lagi kita bicara masalah bagaimana kita menyiapkan perizinan yang cepat, itu sudah tidak kita bicarakan lagi harusnya. Itu sudah wajib, sudah harus ada di semua daerah. Jangan berbicara lagi memberikan izin sampai berbulan-bulan, apa lagi ada yang tahunan. Bicara kita sekarang itu, hari atau jam,” kata Presiden.

Presiden menekankan, bahwa perubahan sekarang ini sangat cepat dan tidak bisa dibendung. Dalam setiap kesempatan forum internasional, Presiden Jokowi melihat perubahan itu cepat sekali.

"Dalam pembayaran, kita kenal cash, kartu kredit, tapi sudah berubah lagi ke Paypal. Paypal kita belum tahu, sekarang sudah masuk lagi ke Ali Pay. Ini akan datang ke negara kita. Kalau kita tidak antisipasi, kita hanya akan dijadikan pasar dan tidak mendapatkan keuntungan apa-apa dari perubahan-perubahan ini. Inilah tugas negara, pemerintah, pemerintah daerah untuk mempersiapkan SDM-SDM dalam rangka mengantisipasi perubahan-perubahan yang ada di dunia," kata Presiden.

Untuk itu, perubahan harus diantisipasi oleh pemerintah, tak hanya pemerintah pusat, namun juga pemerintah daerah. Pemerintah harus belajar dari pesatnya perkembangan teknologi di berbagai negara. Oleh sebab itu, daerah perlu menyiapkan inkubator-inkubator kecil-kecil yang siap menyongsong ini.  

Oleh karena itu, Presiden Jokowi berpesan kepada semuanya, baik itu bupati, wakil bupati, kepala dinas dan jajarannya, jangan sekali-sekali terjebak pada rutinitas.

“Jangan kita terjebak pada hal yang monoton, itu-itu saja. Jangan terjebak kita pada hal yang linier yang tidak berani melakukan terobosan-terobosan untuk sebuah perubahan. Kalau tidak kita ditinggal,” kata Presiden yang berharap semuanya betul-betul mengeluarkan tenaga untuk perubahan agar negara kita ini lebih baik.

Terlebih, menurut presiden, kita memiliki semuanya. SDM-SDM kita tidak kalah dengan negara-negara lain. Sumber daya alam kita ini sudah tidak ada yang mengalahkan. dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote kita diberikan kodrat hidup di tengah-tengah alam yang indah, di tengah budaya yang beragam, di tengah sumber daya yang luar biasa. “Inilah keunggulan kita. Ini keunggulan kita,” tegas presiden.

Untuk kemajuan daerah, Presiden Jokowi meminta kepada para bupati untuk memaksimalkan sumber daya yang banyak. Masih banyak sumber daya yang belum termanfaatkan dengan baik, salah satu caranya dengan memfokuskan anggaran di daerah.

“Jangan semua sektor ingin dikembangkan, harus pilih satu atau dua sektor saja yang ingin dijadikan unggulan,” kata Presiden.

Di akhir sambutannya, Presiden juga menegaskan bahwa para bupati adalah orang-orang yang sangat menentukan maju tidaknya daerah dan maju tidaknya negara ini. Menurutnya, sekarang ini dibutuhkan jiwa-jiwa yang mulia, jiwa-jiwa yang memiliki integritas, kejujuran, memiliki etos kerja yang baik, memiliki moralitas yang baik, memiliki disiplin yang baik, memiliki akal budi yang baik.

“Untuk apa? Untuk mengantarkan bangsa, negara yang kita cintai ini, Indonesia maju dan sejahtera,” katanya menutup sambutannya.

Turut hadir mendampingi Presiden, yaitu Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Mensesneg Pratikno, Kapolri Tito Karnavian, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, dan duta besar negara-negara sahabat.***RH

 

Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2017

AOE 2017 merupakan even pameran tahunan Apkasi yang telah berlangsung selama 13 kali. Kegiatan yang menjadi pengganti Apkasi International Trade and Investment Summit (AITIS)/Indonesia Investment Week ini, merupakan upaya Apkasi dalam rangka ikut mensukseskan program pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah melalui perdagangan dan investasi.

Selain pameran dan business matching, even tahunan ini juga akan menggelar semiloka peningkatan kapasitas terkait dengan peningkatan perdagangan dan investasi. Dengan dihadiri lebih dari 10.000 pengunjung potensial setiap tahunnya yang berasal dari kalangan pelaku usaha dan investor dalam dan luar negeri, Apkasi Otonomi Expo 2017 ini dapat menjadi sarana strategis bagi para peserta untuk mendapatkan akses perdagangan dan investasi yang lebih luas.

Ketua Apkasi, Mardani H. Maming menyampaikan bahwa kegiatan kali ini sengaja dilaksanakan dengan kegiatan Expo produk-produk lokal unggulan daerah. AOE diikuti 156 kabupaten, satu pemerintah provinsi dan 320 stan. Melalui Expo tersebut, Mardani berharap pemerintah tingkat kabupaten di Indoenesia dapat memasarkan produknya ke investor asing.

“Acara Apkasi kali ini mengutamakan UKM-UKM yang ada di daerah, karena UKM di daerah masih banyak yang belum bertaraf bisa masuk ke pasar nasional maupun internasional,” kata Mardani H. Maming di hall JCC Senayan Jakarta, Rabu (19/7).***RH

Write a comment

Komentar