Menghadapi Tantangan Pengembangan Hutan Tanaman, 602 peneliti dari Berbagai Negara Bersinergi di Yogyakarta untuk Memberikan Kontribusi Positif

Posted By Rizda 17 July 2017 - 06:24 am

Badan Litbang dan Inovasi (Bogor, 17/07/2017)_Menghadapi tantangan untuk mengembangkan hutan tanaman berkelanjutan, sejumlah 602 orang peneliti dari berbagai negara bersinergi di Yogyakarta, memberikan sumbangsih pemikiran dan rekomendasi kebijakan dari berbagai hasil penelitian, dalam acara IUFRO-INAFOR Joint International Conference.

Di era global saat ini, pembangunan hutan tanaman terus meningkat, dan memberikan berbagai manfaat baik pemanfaatan hasil hutan, jasa lingkungan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, berbagai resiko dan tantangan harus dihadapi dalam pembangunan hutan tanaman, diantaranya terkait dengan perubahan iklim dan konflik sosial, ekonomi & budaya. Keberadaan hutan tanaman sangat penting dalam pembangunan ekonomi, lingkungan dan sosial, serta merupakan prioritas utama  bagi para pihak baik pembuat kebijakan, NGO, maupun masyarakat luas,  dan tentu saja  bagi para peneliti.

Selama kurang lebih 30 tahun, hutan tanaman masih didominasi oleh jenis akasia dan eucalyptus yang tumbuh di negara tropis terutama Asia Tenggara. Lebih dari 3,5 juta ha tanaman akasia tumbuh dan dipanen untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri pulp & paper, wood working, bahan bangunan, arang kayu dan bahan untuk sumber energi lainnya.

Saat ini, tantangan besar ada di hadapan kita yaitu bagaimana keberlanjutan dari pembangunan hutan tanaman menghadapi permasalahan terkait hama dan penyakit,  gulma, konflik sosial dan perubahan iklim. 

Menjawab tantangan tersebut, Badan Litbang dan Inovasi merancang acara IUFRO-INAFOR yang akan dilaksanakan selama 4 (empat) hari,  pada  tanggal 24-27 Juli 2017 bertempat di Hotel Alana, Yogyakarta. Tema yang diangkat dalam acara ini, Promoting Sustainable Resources from Plantataions for Economic Growth and Community Benefits.

“IUFRO-INAFOR ini diharapkan sebagai langkah strategis Badan Litbang dan Inovasi untuk memberikan kontribusi kepada Pemerintah Indonesia dalam bentuk rekomendasi kebijakan strategis dalam mengembangkan hutan tanaman agar memberikan manfaat ekonomi, sosial serta lingkungan kepada masyarakat”, ungkap Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi Dr. Ir. Sylvana Ratina, M.Si dalam rapat persiapan IUFRO-INAFOR.

Acara tersebut akan diikuti oleh sekitar 600 orang peneliti dari berbagai negara yang akan bertukar pikiran hasil-hasil riset tentang hutan tanaman dan manfaatnya bagi masyarakat.  Diharapkan para peneliti dapat memberikan sumbangsih pemikiran dalam menghadapi tantangan pembangunan hutan tanaman. Peserta berasal para peneliti di Indonesia dan dari negara lain seperti Vietnam, Laos, Bangladesh, Finlandia, Australia dan Nigeria.

Acara berskala internasional tersebut akan dibuka oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan dihadiri oleh pejabat tinggi diantaranya Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Gubernur Bangka Belitung, Kepala LIPI atau yang mewakili, President & CEO Natural Resource Institute Finland, Duta Besar Finland untuk Indoensia, serta dihadiri perwakilan dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia.

IUFRO-INAFOR akan diisi oleh berbagai kegiatan diantaranya sharing hasil penelitian dan diskusi panel, kunjungan lapangan ke 3 (tiga) lokasi  yaitu plot penanaman akasia, industri pengolahan kayu sengon, dan industri rumah tangga yang mengolah kayu akasia, serta pameran foto dan poster.***Aryani

 

Write a comment

Komentar