Delegasi Bonn Challenge Puji Hasil Penelitian Gambut BP2LHK Palembang

Posted By Rizda 19 May 2017 - 11:14 am

BP2LHK Palembang (KayuAgung, 08/05/2017)_Delegasi The First Asian Bonn Challenge High Level Roundtable Meeting mengunjungi lokasi penelitian gambut yang dilakukan Balai Litbang LHK (BP2LHK) Palembang, Senin (08/05). Melihat langsung lokasi berupa Kebun Plasma Nutfah dan Demonstrasi Plot Restorasi Hutan Rawa Gambut Bekas Kebakaran, para delegasi Bonn Challenge memuji hasil penelitian gambut tersebut. 

Delegasi Pakistan, Zahid Hamid mengatakan upaya restorasi yang dilakukan oleh BP2LHK Palembang layak mendapat acungan jempol. “Aplikasi agroforestri di lahan gambut ini menarik untuk dipelajari, karena akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat nantinya,” kata Zahid. 

Senada dengan itu, Edward Donovan, delegasi Belanda juga merasa takjub dengan langkah-langkah yang diambil pemerintah Indonesia bersama stakeholder dalam upaya restorasi lahan gambut di Sumatera Selatan. “Ini kerja nyata Pemerintahan setempat bersama warga untuk menjaga dan memperbaiki lingkungan,” puji Edward.

Sebanyak 27 delegasi dari berbagai negara dan tamu undangan lainnya hadir di lokasi yang terletak di Kelurahan Kedaton, Kecamatan KayuAgung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Selain untuk melihat upaya restorasi gambut yang telah dilakukan di provinsi Sumatera Selatan, rombongan ini juga ikut menanam jenis-jenis pohon lokal unggulan lahan gambut di area ini. 

Dalam sambutannya, Kepala Puslit Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Ilkim, Dr. Bambang Supriyanto, mewakili Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK menjelaskan historis pembangunan Kebun Plasma Nutfah dan Demonstrasi Plot Restorasi Hutan Rawa Gambut Bekas Kebakaran oleh Balai Litbang LHK (BP2LHK) Palembang. 

Bambang mengatakan bahwa demplot ini hadir sebagai salah satu upaya litbang LHK mengatasi dampak kebakaran hebat di Indonesia tahun 1997. 

“Demplot seluas 20 Ha ini dibangun tahun 2009. Dulunya, tempat ini merupakan lahan gambut yang terdegradasi berat karena kebakaran yang berulang. Penelitian yang kita lakukan adalah mencari teknik silvikultur apa yang sesuai diterapkan di lahan yang kalau di musim hujan tergenang dan kering di musim kemarau,” kata Bambang. 

Lebih lanjut Bambang juga memaparkan potensi yang menjanjikan dari demplot ini. Demplot ini bukan saja memperbaiki sisi ekologisnya tapi juga memperhatikan permasalahan sosial ekonomi yang ada di lahan gambut tersebut. 

Bambang mengakhiri sambutannya dengan mengapresiasi Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, dan Bupati Ogan Komering Ilir, Iskandar, S.E. yang sangat peduli pada program-program lingkungan. Dia juga berharap kesuksesan penelitian BP2LHK Palembang di lahan gambut dapat diadopsi oleh pemangku kepentingan lainnya dan dapat diperluas dalam skala besar. 

Ketua tim peneliti gambut BP2LHK Palembang, Ir. Bastoni, M.Si, dalam sesi penanaman turut menjelaskan mengenai demplot tersebut. 

“Kami sudah berhasil mengoleksi 25 jenis pohon lokal (indigeneous species) unggulan hutan rawa gambut dari provinsi Sumatera Selatan, Jambi dan Riau. Target kita akan ada 80 jenis pohon lokal lainnya baik dari Sumatera maupun Kalimantan yang akan kita tanam disini,” kata Bastoni. 

Jenis-jenis pohon yang sudah ditanam di areal ini, antara lain ramin (Gonystylus bancanus),  jelutung rawa (Dyera lowii), punak (Tetramerista glabra), perupuk (Lopopethalum javanicum), meranti (Shorea belangeran), medang klir (Alseodaphne sp.), beriang (Ploiarum alternifolium), dan gelam (Melaleuca leucadendron). 

Riset restorasi lahan gambut telah dimulai BP2LHK Palembang sejak 20 tahun yang lalu. Dalam pelaksanaannya, pendanaan Kebun Plasma Nutfah dan Demonstrasi Plot Restorasi Hutan Rawa Gambut Bekas Kebakaran ini didukung the International Tropical Timber Organization (ITTO). Selain itu juga didukung oleh pemerintah daerah melalui pemberian ijin penggunaan areal tersebut menjadi lokasi penelitian. 

Pembangunan demplot ini sekarang menjadi wujud keberhasilan upaya merestorasi lahan gambut terdegradasi berat akibat kebakaran di Provinsi Sumsel sehingga terpilih menjadi lokasi field trip The First Asia Bonn Challenge High Level Roundtable Meeting.***FA

 

Write a comment

Komentar