Peringati Dua Abad Kebun Raya Bogor, BLI Diseminasikan Capaian IPTEK

Posted By Rizda 19 May 2017 - 10:05 am

FORDA (Bogor, 18/05/2017)_Memperingati Dua Abad Kebun Raya Bogor, Badan Litbang dan Inovasi (BLI) berpartisipasi melalui pameran. Pameran tersebut merupakan upaya diseminasi inovasi yang telah dicapai kepada publik. 

BLI menampilkan berbagai capaian IPTEK diantaranya Alat Penduga Pohon Gerowong, Wesyano, produk ARKOBA, cuka kayu, publikasi ilmiah seperti buku-buku tentang perbenihan tanaman hutan, jurnal penelitian hasil hutan. Turut terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan pameran BLI yaitu seluruh Puslitbang lingkup BLI. Selain itu,  B2P2BPTH yang memperoleh apresiasi sebagai Pusat Unggulan IPTEK, turut berpartisipasi dalam pameran Dua Abad KRB. 

Tidak hanya pameran, peringatan 200 tahun Kebun Raya Bogor ini dimeriahkan berbagai acara, mulai dari pembukaan, Jelajah Sahabat Super KRB, Music Song Writies, Talkshow & Festival Seni, Inetrnational Conference, Harmoni dalam Seni, 200K Run, dan EcoDome-Erasmus Huis. 

Acara pembukaan dilaksanakan di Lapangan Teratai Raksasa, dibuka oleh Kepala Staf Kepresidenan Drs. Teten Masduki. Dalam kesempatan tersebut,  Teten mewakili Presiden Republik Indonesia berharap kepada para kepala daerah yang memiliki areal yang luas untuk mereplikasi KRB sebagai konservasi ex situ dan penegmbangan IPTEK tanaman endemik dan terancam punah. Hadir dalam acara pembukaan tersebut diantaranya Megawati Soekarno Putri dan Walikota Bogor, Bima Arya. 

Diseminasi hasil-hasil karya KRB dan institusi terkait lainnya yang disajikan dalam bentuk pameran, diharapkan tidak hanya mampu memberikan gambaran dan keterkaitan sejarah ilmu pengetahuan di masa lalu, juga untuk membuka wawasan dan menyadartahukan masyarakat tentang perkebunrayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Peringatan dua abad Kebun Raya Bogor ini diselenggarakan selama empat hari sejak tanggal 18-21 Mei 2017 bertempat di Kebun Raya Bogor (KRB). Tema yang diangkat dalam peringatan 200 tahun KRB ini adalah Plants and People in Harmony. 

KRB yang berdiri sejak 200 tahun lalu merupakan cikal bakal perkembangan ilmu pengetahuan di Inonesia yang melahirkan institusi ilmu pengetahuan lainnya seperti Bibliotheca Bogoriensis, Herbarium Bogoriense, Kebun Percobaan Cikeumeuh, Sekolah Pertanian, Laboratorium Penyelidikan Laut, Kebun Raya (KR) Sibolangit, KR Setia Mulia, KR Cibodas, KR Purwodadi, KR Bali dan lain sebagainya. 

Jenis tanaman yang berawal dari KRB, kini telah menjadi sumber devisa bagi Indonesia. Terdapat sekitar 43 jenis tanaman yang telah dimanfaatkan oleh bangsa kita diantaranya vanili, kelapa, sawit, kina, getah perca, tebu, ubi kayu, jagung, kayu besi dan lain-lain.***Ar

Write a comment

Komentar