Siswa SMA Kristen Kanaan Banjarmasin Belajar Kerja Lapangan di KHDTK Kintap

Posted By Rizda 15 May 2017 - 06:00 pm

BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru, 12/05/2017)_SMA Kristen Kanaan Banjarmasin melaksanakan Belajar Kerja Lapangan (BKL) di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK Kintap selama tiga hari, 26 – 28 April 2017. BKL yang dilakukan 20 orang siswa dan didampingi 2 orang guru pendamping ini bertema kegiatan “Pengenalan Jenis Flora Hutan Alam”.

Kegiatan advis teknis ini merupakan salah satu bentuk diseminasi hasil-hasil penelitian. Selain mengenalkan KHDTK, kegiatan ini diharapkan dapat mentransfer iptek hasil litbang Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru kepada peserta. Iptek hasil litbang tersebut diantaranya teknik penanaman pohon meranti merah (Shorea leprosula), mersawa (Anisoptera marginata) dan anggrek.

Dalam perjalanan menuju KHDTK Kintap, rombongan peserta diajak tim BP2LHK Banjarbaru meninjau lokasi bekas tambang batubara PT. Arutmin yang  berada di kanan kiri jalan menuju KHDTK Kintap. Kepada peserta dijelaskan tentang kegiatan tambang batubara dan apa akibatnya terhadap lingkungan. 

Ir. Sudin Panjaitan, MP, peneliti BP2LHK Banjarbaru menjelaskan bahwa tanaman reklamasi pada areal bekas tambang batubara pada umumnya adalah jenis famili Leguminaceae seperti Akasia (Acasia mangium) dan sengon (Parasirianthes falcataria). “Ini disebabkan kedua jenis ini mampu tumbuh pada kondisi tanah miskin hara,” jelas Sudin. 

Tiba di Kamp KHDTK Kintap, peserta disambut Kepala BP2LHK Banjarbaru yang diwakili Ir. H. Madya Rakhman Mado, M.P. dan tim pengelola KHDTK Kintap serta para narasumber. Selanjutnya, peserta diajak menelusuri Gua Liang yang sering disebut Gua seribu pintu yang terletak di desa Riam Adungan, Kecamatan Kintap. 

Dipandu Muklisin, Yosef Gerry Laksono dan Gatot selaku pengelola KHDTK Kintap, peserta diajak mengenal jenis flora hutan alam dan beberapa jenis anggrek di sepanjang jalan yang ditelusuri menuju Gua.

Pada hari yang sama, para peneliti selaku narasumber memaparkan beberapa materi, yaitu gambaran umum tentang KHDTK Kintap; pengenalan jenis anggek, dan pembuatan blok dan petak di KHDTK Kintap. Anggrek lokal yang dikenalkan ke siswa-siswi SMA Kanaan adalah anggrek yang ditemukan di KHDTK Kintap sebanyak 22 jenis. Beberapa orang siswa bertanya terkait anggrek, mereka sangat antusias mengetahui lebih dalam tentang anggrek.

“Pembuatan blok dan petak penting, untuk memberikan tanda dan  alamat di lapangan. Batas blok yang  biasa digunakan adalah sungai dan jalan,” kata Supriyadi, Teknisi Litkayasa BP2LHK Banjarbaru saat menjelaskan pembuatan blok dan petak di KHDTK Kintap.

Hari berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan tracking lokasi kegiatan. Kepada peserta dijelaskan berbagai jenis pohon yang ada di KHDTK, termasuk plot penelitian ujicoba penanaman berbagai jenis meranti dengan sistem rumpang (gap planting) tahun 1990.

Selanjutnya, peserta diajarkan teknik budidaya sebelum praktek menanam pohon. 50 batang pohon yang ditanam dengan sistem jalur pada semak belukar adalah meranti merah (Shorea leprosula) dan mersawa (Anisoptera marginata).  

Kegiatan ini ditutup dengan sesi penyampaian kesan dan pesan. Sebagai tanda terimakasih karena telah mendapat ilmu pengetahuan dari kegiatan ini, perwakilan siswa dan guru pendamping menyerahkan plakat sebagai kenang-kenangan kepada BP2LHK Banjarbaru.

Sementera itu, tim KHDTK Kintap juga menyiapkan sebuah poster untuk dicap tiga jari oleh masing-masing peserta dan ditandatangani oleh perwakilan BP2LHK Banjarbaru dan guru pendamping sebagai kenang-kenangan. Sertifikat peserta dan guru pendamping diserahkan oleh Ir. H. Madya Rakhman Mado, M.P. dan narasumber.

Diinformasikan, KHDTK Kintap seluas 1.000 Ha merupakan hutan penelitian yang dikelola BP2LHK Banjarbaru sejak tahun 1985. KHDTK ini bertujuan untuk melaksanakan penelitian tentang hutan alam meranti dan areal bekas tebangan.***

Write a comment

Komentar