Press Tour BLI: Wahana Diseminasi Sekaligus Umpan Balik Hasil Penelitian

Posted By Rizda 21 April 2017 - 06:12 am

FORDA (Yogyakarta, 20/04/2017)_Bagi Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI), Dr. Ir. Henry Bastaman, MES, Press Tour BLI yang dilaksanakan selama 2 hari, 19-20 April 2017 merupakan wahana diseminasi sekaligus umpan balik dari hasil-hasil penelitian. Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan tersebut di gerbong wisata Kereta Api Indonesia menuju Yogyakarta, Rabu (19/04) malam.

“Saya harapkan betul kesempatan ini menjadi satu wahana bagi BLI untuk bisa fokus dalam menyampaikan hasil-hasil yang telah dan sedang kita lakukan. Di sisi lain, kita harapkan teman-teman media memberikan responnya, bagaimana sebaiknya hasil-hasil yang sebetulnya kami rasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat dapat diekspose,” kata Kabadan.

Menurut Kabadan, dengan melihat langsung areal hasil-hasil penelitian, BLI akan mendapat evaluasi untuk bisa meningkatkan lagi interaksinya dengan media. Hal ini penting mengingat media merupakan relasi BLI Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam menyebarluaskan hasil-hasil penelitian.

“Pasti teman-teman media lebih sensitif terhadap isu-isu di masyarakat. Nanti kami juga akan menyesuaikan apa saja yang dapat kami tampilkan, agar kami tidak melempar sesuatu yang tidak ingin diketahui oleh publik melainkan informasi apa saja yang dibutuhkan publik,” tambah Kabadan di hadapan para jajarannya dan 10 wartawan dari 8 media yang ikut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari humas yang melakukan media monitoring, sejauh ini terjadi peningkatan pemuatan hasil-hasil litbang di media. Namun, kata Kabadan, BLI perlu lebih luas lagi menjangkau media dan menjadikan sekitar 500 peneliti BLI sebagai narasumber yang luar biasa untuk bisa disampaikan kepada masyarakat luas.

“Saya lihat BLI mempunyai gudang informasi yang sangat banyak, apabila digali bisa menjadi bahan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat melalui media dalam menjelaskan fenomena dan permasalahan LHK. Selain itu, ini juga penting untuk melihat hubungan horizontal kita dengan eselon 1 lain, kita akan lihat, di internal KLHK hasil litbang ini dikemanakan,” kata Kabadan.

Karena itu, Kabadan mengajak jajarannya untuk lebih intens mengemas hasil-hasil penelitian dalam bentuk policy brief kepada menteri. Muatan policy brief ini dapat memberikan informasi dasar-dasar scientific kepada menteri terkait kebijakan kehutanan dan lingkungan hidup.

“Ini bisa kita dipakai untuk memberikan akses kepada media agar interaksinya bisa terus-menerus, menjadi sebuah pusat informasi yang ada di litbang yang bisa diakses dari waktu ke waktu oleh teman-teman media,” kata Kabadan.

Di Yogyakarta, dalam sambutannya, Kepala Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH), Ir. Tandya Tjahjana, M.Si mengapresiasi kegiatan ini. Tandya berharap banyak media yang dapat menjembatani penyampaian hasil-hasil penelitian di tingkat tapak kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, peran litbang bisa diketahui masyarakat. Dengan begitu, apa yang dihasilkan para peneliti kami berjumlah 43 orang dapat diketahui,” kata Tandya di kantor B2P2BPTH, Yogyakarta, Kamis (20/04).

Bersama wartawan lokal, wartawan dari Jakarta mendengarkan paparan hasil litbang B2P2BPTH, salah satu unit kerja BLI di Yogyakarta. Para peneliti memaparkan “Forensik DNA: Salah Satu Metode untuk Menekan Perdagangan Ilegal Kayu dan Hewan Dilindungi” dan “Litbang LHK Hasilkan Bibit Unggul Sengon Toleran Karat Tumor”.

Sebagai simbol bahwa media berperan serta dalam penghijauan, pada kesempatan ini, wartawan juga melakukan penanaman pohon berbagai jenis tanaman lokal yang termasuk langka. Jenis pohon yang ditanam di areal kantor B2P2BPTH tersebut, yaitu timoho, kemenyan, jambu dersono mawar, dewandaru, sawo bludru, nam-nam, duwet hitam, mundu, pronojiwo dan nogosari.

Selanjutnya, untuk melihat langsung hasil litbang, wartawan diajak mengunjungi Hutan Penelitian Gunung Kidul. Kepada wartawan diperkenalkan Plot Kayu Putih di petak 95 Paliyan dan penyulingan kayu putih Watusipat (KPH Yogyakarta). Untuk diketahui, benih unggul kayu putih hasil pemuliaan B2P2BPTH di Paliyan telah terbukti meningkatkan  kadar 1,8 cineole dan rendemen minyak kayu putih.***RH

 

Baca artikel sebelumnya:

Press Tour Badan Litbang dan Inovasi - KLHK 

 

Download materi:

Press Release

Write a comment

Komentar