Kebun Benih Macadamia integrifolia Telah Berproduksi di Danau Toba

Posted By Rizda 19 April 2017 - 07:56 am

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, /04/2017)_Sebagai upaya mengembangkan jenis-jenis unggulan untuk rehabilitasi hutan dan lahan di Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba, tujuh tahun lalu, tahun 2009 Balai Litbang Lingkungan Hidup (BP2LHK) Aek Nauli menginisiasi pengembangan Macadamia integrifolia. Dua tahun terakhir, populasi tegakan yang mencapai 500 batang ini telah menghasilkan benih.

Sebagian benih hasil pembangunan kebun benih seluas satu hektar di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Sipiso-piso ini telah disemaikan untuk kegiatan penanaman dan pengkayaan maupun penelitian.

“Keberhasilan tumbuh dan berbuah pohon Macadamia integrifolia memberikan peluang pengembangan jenis ini untuk kegiatan RHL dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Danau Toba,” kata Kepala BP2LHK Aek Nauli, Pratiara, S.Hut, M.Si ketika meninjau kebun benih tersebut.

Lebih lanjut Pratiara mendorong penyebarluasan informasi keberhasilan pembangunan kebun benih ini agar stakeholder yang terkait dengan rehabilitasi lahan kritis di Danau Toba dapat memanfaatkan benih yang dihasilkan kebun benih ini maupun iptek RHL yang dikembangkan.

Dr. Aswandi, peneliti silvikultur yang turut menginisiasi pembangunan sumber benih ini menjelaskan, jenis Macadamia yang dikembangkan ini merupakan jenis pohon penghasil buah yang bisa dimakan. Jenis ini berbeda dengan jenis Macadamia lain (diantaranya M. hildebrandii) yang banyak ditanam selama ini di Danau Toba.

Selain memiliki pertumbuhan yang cepat, jenis ini juga dapat mencegah penjalaran api. Nektar dan serbuk sari yang melimpah juga menjadi peluang bagi budidaya lebah madu di kawasan ini. Walaupun jenis ini bukan jenis asli/endemik Danau Toba, namun kemampuan bertahan hidup dan tumbuh baik pada tapak yang didominasi alang-alang menunjukkan daya adaptasi jenis yang baik.

“Peluang menghasilkan biji bernilai ekonomi tinggi membuka peluang penanamannya dalam skala luas. Di Australia, biji Macadamia ini diharga tinggi sebagai bahan pembuatan penganan cokelat,” kata Aswandi.

Dengan berbagai potensi yang dimiliki ini, Kepala Balai menegaskan kembali peran litbang dalam menyiapkan iptek rehabilitasi hutan dan lahan. Jenis multi-manfaat ini didorong sebagai jenis unggul RHL di Danau Toba. Dalam waktu dekat diharapkan kebun benih yang dibangun dapat disertifikasi sehingga dapat digunakan secara optimal dalam penyediaan sumber benih jenis RHL di seluruh Indonesia.***Asw/CRK

 

Write a comment

Komentar