Stasiun Penelitian Persemaian Nagrak: Laboratorium Hidup Peneliti BP2TPTH

Posted By Rizda 18 April 2017 - 06:55 am

BP2TPTH Bogor (Bogor, 13/04/2017)_Stasiun Penelitian Persemaian Nagrak merupakan  laboratorium hidup bagi Balai Litbang Teknologi Perbenihan Tanaman hutan (BP2TPTH). Dibangun tahun 1997 seluas 1 Ha, ini menjadi tempat yang sangat penting bagi peneliti BP2TPTH dalam mengembangkan ide-ide dan pemikirannya tentang perbenihan dan pembibitan tanaman hutan.

Berbagai bibit tanaman hutan yang dihasilkan di Stasiun Penelitian Perbenihan Nagrak telah menyebar ke seluruh Indonesia.

“Bibit-bibit ini awalnya juga berasal dari berbagai wilayah di Indonesia kemudian diteliti dan dikembangbiakkan baik secara vegetatif maupun generatif. Saat ini di Nagrak terdapat banyak stock bibit kehutanan, antara lain mahoni, sorea, kayu bawang, jati, jabon merah, meranti, trema, kranji, merbau dan nyawai,” ungkap Ir. Danu M.Si, Ketua Kelompok Peneliti Sistem Produksi Benih BP2TPTH.

Selain stok bibit, di Nagrak juga terdapat kebun pangkas untuk tanaman jelutung, pulai, ramin, nyawai, rasamala, kenari dan ulin. Selain kebun pangkas juga terdapat tiga buah rumah kaca, rumah tumbuh, rumah pengabutan, seeding area, open area, rumah media dan berbagai fasilitas yang wajib dimiliki sebuah stasiun penelitian persemaian.

Ir. Suratmi, M.Si, Kepala BP2TPTH menegaskan bahwa tujuan keberadaan stasiun penelitian perbenihan Nagrak ini adalah untuk penyediaan bahan tanaman yang berasal dari perbanyakan generatif dan vegetatif yang dilakukan oleh para peneliti BP2TPTH.

“Sehingga harus kita manfaatkan seoptimal mungkin untuk mencapai tujuan tersebut,” kata Suratmi saat mengumpulkan seluruh peneliti di Nagrak.

Dalam kesempatan yang sama, telah disepakati bahwa terdapat lima plot di stasiun penelitian persemaian Nagrak, yakni plot ruang kaca, plot kebun pangkas, plot semai, plot bibit dan plot perbanyakan vegetatif.

“Tinggal kita semua yang ada disini untuk memanfaatkan, menjaga dan memelihara apa-apa yang telah ada di Nagrak,” kata Suratmi lebih lanjut.

Saat ini di Nagrak juga telah dimulai pengumpulan daun-daun, baik yang berasal dari Nagrak sendiri maupun daun-daun dari kantor BP2TPTH untuk diolah lebih lanjut menjadi pupuk kompos. Pupuk kompos tersebut akan digunakan untuk keperluan di Nagrak.***Dsm

 

Write a comment

Komentar