Pengusaha London Belajar Gaharu di Arboretum Sempaja B2P2EHD

Posted By Rizda 16 April 2017 - 06:00 pm

B2P2EHD (Samarinda, 13/04/2017­)_Kamis (12/04) Balai Besar Litbang Ekosistem Hutan Dipterokarpa (B2P2EHD) Samarinda kedatangan tamu dari jauh. Silvia Penggely, seorang pengusaha asal Kota London, Inggris dan rombongan yang berkunjung ke Kampus Sempaja, ingin belajar lebih banyak tentang gaharu, terutama jenis Aquillaria beccariana.

Silvia sedang mencari gaharu dengan aroma berbeda dengan yang selama ini ada di pasaran. Menurutnya pasokan gaharu saat ini lebih banyak berasal dari jenis Aquillaria malaccensis yang berasal dari Negara India, Thailand dan China.

“Seharusnya di Indonesia juga ada jenis gaharu yang khas dan saya berharap mendapat aroma yang baru,” kata Silvia.

Dalam keterangannya, Ir. Ngatiman, MP., peneliti perlindungan hutan yang juga ahli tanaman gaharu manyampaikan bahwa di Arboretum Sempaja ini telah ditanam empat jenis gaharu. Empat jenis tersebut yaitu Aquillaria malaccensis, Aquillaria beccariana, Aquillaria microcarpa dan Gyrinops sp.

“Usia rata-rata tanaman tersebut berumur 5-10 tahunan, dan juga sudah dilakukan penyuntikan pada puluhan  pohon menggunakan berbagai teknik ujicoba,” kata Ngatiman.

Ngatiman menjelaskan ada beberapa pohon gaharu yang sudah berhasil dan selanjutnya perlu pengembangan lebih lanjut tentang teknik dan inokulan yang digunakan.

Silvia dan rombongan juga diajak melihat langsung pohon gaharu yang ada di Arboretum Sempaja oleh Agung Suprianto, pengelola arboretum. Agung menunjukkan jenis-jenis yang ada di sana.

“Ada sekitar 600 batang pohon gaharu yang sudah siap untuk dilakukan penyuntikan,” kata Agung.

Pada kunjungannya tersebut, Silvia dan rombongan juga mengunjungi ruang display B2P2EHD. Ngatiman yang mendampingi mengatakan bahwa di ruangan display tersebut terdapat beberapa sample gaharu.

“Di sini terdapat beberapa sample gaharu, mulai dari yang masih mentah serta produk turunannya,” kata Ngatiman. Menurutnya koleksi didasarkan pada asal perolehan, belum sampai ke jenis.

Terkait itu, Silvi mengatakan, di pasaran, pengumpul tidak pernah memisahkan per jenis tanaman tapi per kualitas bahan dan aromanya.

“Sehingga saya berharap kita bisa menyediakan sample aroma dari masing masing jenis yang nantinya bisa digunakan sebagai bahan parfum,” kata Silvi.

Sebagaimana diketahui, aroma gaharu akan menyengat jika dibakar. Banyak manfaat yang dapat didapat dari gaharu, diantaranya sebagai obat, parfum, kerajinan tangan bahkan untuk hal-hal magis.***KHA

 

Write a comment

Komentar