Pengembangan Ekowisata Gajah di KHDTK Aek Nauli Disambut Baik Pemerintah Setempat dan Pelaku Usaha

Posted By Rizda 20 March 2017 - 04:58 am

BP2LHK Aek Nauli (Parapat, 15/03/2017)_Pengembangan ekowisata gajah di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli, Parapat disambut baik oleh pemerintah setempat dan pelaku usaha. Hal ini diketahui dari hasil wawancara tim peneliti Balai Litbang LHK (BP2LHK) Aek Nauli dengan Camat Girsang Sipangan Bolon, James Andohar Siahaan dan manajemen Patra Jasa Hotel Parapat beberapa waktu lalu.

Menurut James, ekowisata gajah akan menjadi wisata alternatif yang menarik dan mendukung wisata DTA Danau Toba karena menampilkan atraksi fauna seperti atraksi kera yang lebih dahulu ada. James sangat mendukung program ini karena selaras dengan program Pemerintah Kabupaten Simalungun.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Simalungun siap membantu mempromosikan kawasan ekowisata gajah kepada masyarakat, kabupaten sebelah dan para pelaku usaha di bidang wisata.

Jika ekowisata gajah ini terealisasi, James menyampaikan harapannya sekaligus menitipkan pesan kepada yang berwenang, agar tidak melupakan masyarakat setempat untuk dipekerjakan di kawasan tersebut, tentunya terlebih dahulu dibina agar dapat melayani wisatawan dengan baik.

“Keberhasilan pengembangan ekowisata gajah ditentukan juga dari respon masyarakat sekitar, dengan demikian masyarakat akan memiliki kepedulian yang tinggi,” kata James.

Senada dengan itu, pihak manajemen Patra Jasa Hotel Parapat, Anya A. Christina dan Ngatiman, salah satu pelaku usaha sektor wisata yang dekat dengan lokasi ekowisata gajah jinak dan Danau Toba sangat mendukung hal tersebut. Patra Jasa Hotel Parapat bersedia menjadikan ekowisata gajah jinak di KHDTK Aek Nauli menjadi paket wisata tambahan dari paket wisata yang sudah ada di Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba.

Ngatiman berharap agar atraksi gajah seperti bermain, memberi makan gajah dapat dikemas dengan baik agar menarik minat wisatawan dalam maupun luar negeri.

“Kegiatan ini juga tentunya dapat meningkatkan tingkat hunian dan penambahan paket yang sudah ada selama ini,” harap Ngatiman.

Sebagai masukan, Anya berharap agar pengelola ekowisata gajah juga merangkul komunitas-komunitas pariwisata seperti Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Agen travel, dan pendamping wisata baik di tingkat daerah, propinsi, pusat maupun mancanegara.

Sebagaimana diketahui, KHDTK Aek Nauli yang berada di sekitar Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara merupakan salah satu kawasan yang akan dijadikan sebagai lokasi pengembangan ekowisata gajah jinak. Pengembangan ekowisata gajah jinak ini mendukung program Pemerintah Pusat dalam menjadikan Danau Toba sebagai salah satu pusat destinasi wisata nasional dan internasional.

Kegiatan persiapan untuk pengembangan ekowisata gajah jinak ini sudah dimulai sejak tahun 2016 diantaranya pembangunan sarana, prasarana utama dan pendukung. Tahun 2017, pembangunannya masih berlangsung dan ditargetkan dapat beroperasi pada akhir tahun ini. Keberhasilan program ini ditentukan oleh banyak faktor, salah satunya adalah adanya dukungan dari masyarakat dan pihak-pihak terkait.

Gajah merupakan satwa yang dilindungi dan statusnya saat ini terancam punah. Gajah Sumatera (Elephas maximus Sumatranus) adalah salah satu satwa liar yang cukup banyak didomestikasi. Menurut penelitian beberapa ahli, gajah didomestikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat berupa orientasi sosial ekonomi, rekreasi dan budaya dan sekalian juga untuk menopang kelestarian dari gajah tersebut. Gajah yang sudah didomestikasi disebut sebagai gajah jinak.

Dewasa ini, gajah jinak dapat dimanfaatkan sebagai ekowisata yang menarik karena gajah jinak yang terlatih dapat menampilkan berbagai atraksi menarik, seperti: melukis, drama, permainan lomba lari, sepak bola dan lain-lain. Selain itu, para wisatawan juga dapat menikmati kesempatan berinteraksi dengan gajah seperti berfoto, memberi makan, menunggangi dan memandikan gajah.***Rospita Situmorang, Johansen Silalahi, dan M. Salman Zuhri

 

Write a comment

Komentar