Pekan Nasional Perubahan Iklim untuk Ketangguhan Bangsa

Posted By lusi 19 March 2017 - 05:00 pm

Jakarta, Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jum’at, 17 Maret 2017. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan menyelenggarakan Pekan Nasional Perubahan iklim (PNPI) Tahun 2017 pada minggu pertama bulan Agustus 2017 di Jakarta. Kegiatan ini sebagai salah satu pendekatan strategis untuk konsolidasi dan mempublikasikan kemajuan Indonesia dalam melaksanakan komitmennya terkait Perubahan Iklim. Juga untuk mengetahui status implementasi Paris Agreement dan Nationally Determined Contribution (NDC).


Tujuan utama PNPI adalah untuk meningkatkan “awareness” tentang perubahan iklim mulai dari penyebab – resiko – dampak – dan cara mengatasinya. Selain juga untuk membangun komitmen bersama dalam mencegah dampak negatif perubahan iklim serta memanfaatkan peluang dari komitmen global tentang Perubahan Iklim. Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Nur Masripatin menekankan bahwa, “PNPI menjadi pintu masuk untuk meningkatkan ketangguhan bangsa”.

Dalam Dialog Media yang dilaksanakan Jum’at, 17 Maret 2017 di Jakarta, Nur Masripatin menjelaskan bahwa bentuk acara puncak PNPI 2017 antara lain berupa High Level Event, Rakor, Seminar, Workshop, Dialog/talkshow, Pameran, lomba, dan pemberian penghargaan PROKLIM (Program Kampung Iklim).

PROKLIM merupakan upaya membumikan isu Perubahan Iklim ke level tapak yang telah menunjukkan contoh-contoh sukses. Program ini dikenal Institute for Global Environmental Strategies (IGES) sebagai salah satu contoh best practice JMA (Joint Mitigation & Adaptation) di Asia-Pacific. Kegiatan ini merupakan aksi adaptasi, mitigasi, penguatan kelembagaan di tingkat tapak dari desa sampai perkotaan, Dusun/RW/komunitas sampai Desa/Kelurahan yang telah memiliki legal basis.

“Semua rangkaian acara akan didokumentasikan sebagai catatan sejarah dan pertanggung-jawaban serta sebagai informasi publik yang disusun/dikoordinasikan oleh KLHK”, ucap Nur Masripatin menutup acara Dialog Media.

Write a comment

Komentar