Indonesia Perkuat Kerjasama Rehabilitasi dan Restorasi dengan Jepang

Posted By lusi 20 March 2017 - 02:41 am

Jakarta, Biro Humas Kementerian LHK, Kamis, 16 Maret 2017. Dengan semangat Hari Bakti Rimbawan dan Hari Hutan Internasional (HHI) Tahun 2017, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mewakili Indonesia kembali memperkuat kerjasama bidang kehutanan dengan negara-negara maju. Salah satunya adalah pembahasan yang dilakukan oleh Menteri LHK Siti Nurbaya dengan President Sumitomo Forestry Co., Ltd Mr. Akira Ichikawa, hari Rabu di Jakarta (15/03/2017). Sumitomo Forestry Co., Ltd adalah salah satu mitra kerja asal Jepang yang telah bergerak di bidang rehabilitasi lahan dan pemanfaatan hasil-hasil hutan sejak tahun 1894.

 
Sejak tahun 1991, Sumitomo Forestry Co., Ltd telah mendukung kegiatan rehabilitasi hutan di Indonesia antara lain melalui Proyek Reboisasi Hutan Tropis di Subur, Kalimantan Timur dan pemulihan lahan bekas kebakaran hutan di Taman Nasional Way Kambas. Selain itu, perusahaan ini turut berperan dalam mengatasi dampak perubahan iklim. “Kami juga mendukung Percontohan Restorasi Ekosistem dan Pengembangan Penyelenggaraan Karbon Hutan di Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru melalui kegiatan restorasi dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Akira Ichikawa.
 
Upaya mendukung hidupan liar khususnya satwa liar juga dilakukan perusahaan ini dalam bentuk rehabilitasi kawasan di Suaka Margasatwa Paliyan. Di tahun 2015, telah dilakukan perluasan kegiatan restorasi ekosistem dengan total luas 414,1 ha yang tersebar di tiga Taman Nasional (TN) yaitu TN Ciremai, TN Bromo Tengger Semeru dan TN Manupeu Tana Daru dan Laiwangi Wanggameti.
 
Belajar dari pengalaman perusahaan di Kalimantan Barat tersebut, diharapkan dapat mendukung implementasi pengembangan usaha kehutanan berbasis masyarakat, melalui pemasaran produk-produk kayu, dan usaha pembangkit listrik biomassa yang memanfaatkan limbah kayu dan kayu dari lahan yang belum dimanfaatkan. Siti Nurbaya mengatakan, “Harus ada proses alih teknologi dari perusahaan kepada masyarakat, khususnya dalam pengembangan Hutan Rakyat dan metode penghitungan stok karbon serta pengelolaan lahan gambut. Dengan demikian, masyarakat juga mampu menerapkan manajemen korporat dalam mengelola hutan sekaligus menjaga lingkungan”.
 
Dalam kesempatan ini juga dibahas rencana kunjungan kerja Menteri LHK ke Jepang bulan April mendatang memenuhi undangan Menteri LH Jepang untuk membahas kerjasama pengelolaan sampah. Menteri Siti juga diundang JICA untuk memberikan keynote address pada Conference Reducing GHG Emissions from Forests and Peatlands' di Tokyo. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Siti akan melakukan observasi best practice reklamasi eks tambang di Niihama.(*****)
 
Write a comment

Komentar