Kenang Jasa Para Pahlawan Rimbawan sebagai Semangat Bekerja Nyata

Posted By lusi 17 March 2017 - 12:00 am

Jakarta, Biro Humas Kementerian LHK, Rabu, 15 Maret 2017. Dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan (HBR) yang ke-34 di tahun 2017, selain serangkaian kegiatan kompetisi dan inovasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga menggelar kegiatan Renungan Suci dan Peduli Rimbawan dengan masyarakat yang dilaksanakan hari Rabu di Bogor (15/03/2017).

 
Kegiatan Renungan Suci ini dilaksanakan di Tugu Pahlawan Rimbawan yang bertempat di Kantor Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi (BLI) KLHK Bogor. Setiap tahun kegiatan ini digelar KLHK bersamaan dengan peringatan HBR, dengan tujuan mengenang jasa-jasa para pahlawan rimbawan yang telah gugur dalam menjalankan tugas di lapangan. 
 
Selaras dengan tema HBR Tahun 2017 yaitu “Dengan Semangat Kerja Nyata, Rimbawan Indonesia Bertekad Menjaga Kelestarian Hutan untuk Meningkatkan Pembangunan Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan”, Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono mewakili Menteri LHK menyampaikan bahwa, daya juang dan dedikasi para pahlawan rimbawan agar dapat menjadi semangat dalam menjalankan tugas mewujudkan kerja nyata dalam posisi apapun dan dimanapun. 
 
“Saatnya kita bahu membahu dalam mewujudkan pola pengelolaan kehutanan dan lingkungan hidup yang berkelanjutan, sejalan dengan Nawacita, dengan menginternalisasi sembilan nilai dasar rimbawan : jujur, tanggung jawab, disiplin, ikhlas, visioner, adil, peduli, kerjasama dan profesional”, Bambang mengarahkan.
 
Bambang juga mengingatkan bahwa tugas menjaga kelestarian hutan dalam mendukung pembangunan hutan dan lingkungan hidup yang berkelanjutan memiliki resiko tinggi bagi keselamatan jiwa, khususnya bagi rimbawan yang bertugas di lapangan. “Medan yang berat dan kompleksitas masalah harus disikapi dengan profesionalitas sebagai seorang rimbawan, dan niatkan semua tugas sebagai ibadah kepada Tuhan YME”, tutur Bambang.
 
Dalam kesempatan ini, Kepala BLI KLHK Henri Bastaman juga menyampaikan kronologis riwayat rimbawan yang gugur saat menjalankan tugas di berbagai wilayah Indonesia. Para rimbawan tersebut gugur saat melaksanakan kegiatan survey potensi, pengamanan hutan, pemberantasan illegal logging, pemadaman kebakaran hutan dan lahan, serta dalam perjalanan menuju lokasi kegiatan.
 
“Tidak cukup pengabdian kita untuk menggantikan jasa-jasa pahlawan rimbawan. Kiranya semangat mereka dapat memacu kita dalam menciptakan inovasi-inovasi baru, serta dapat berkontribusi dalam pembangunan, khususnya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat”, ujar Henri mendukung pernyataan Sekretaris Jenderal KLHK.
 
Acara renungan suci dihadiri oleh Staf Ahli Menteri LHK, perwakilan unit Eselon I KLHK serta keluarga para pahlawan rimbawan. Di akhir acara, Bambang mengajak semua undangan untuk mendoakan para pahlawan rimbawan agar mendapat kemuliaan di sisi Tuhan YME, dan keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan lahir dan bathin serta selalu berada dalam lindungan Tuhan YME.
 
Tidak lama berselang setelah pelaksanaan acara Renungan Suci, Bambang juga berkesempatan untuk melakukan peresmian nama Aula Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) SDM KLHK di Gunung Batu, Bogor atas nama Hellochis Djioen. Peresmian ini sebagai bentuk penghargaan kepada tokoh rimbawan yang telah berdedikasi tinggi dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan kehutanan. Dalam waktu bersamaan masih di lokasi Kota Bogor, juga dilaksanakan kegiatan kunjungan silaturahmi dari KLHK kepada karyawan yang saat ini sedang tertimpa musibah/sakit sebagai bentuk Peduli Rimbawan. 
 
Menutup rangkaian kegiatan HBR di Bogor, Bambang berpesan agar ke depannya perlu dibangun tipe kepemimpinan transglobal, dimana tidak ada lagi batas antara pemimpin tertinggi dengan para petugas di tingkat tapak. “Kepemimpinan ini dapat dibangun dengan dimilikinya 6 (enam) kecerdasan yaitu kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, kecerdasan sosial, kecerdasan bisnis, dan kecerdasan global”, ujar Bambang.(***)
 
Write a comment

Komentar