Arboretrum BP2TSTH, Sumber Pakan Trigona itama

Posted By Tuti 17 March 2017 - 01:49 am

BP2TSTH (Kuok, 09/03/2017)_Arboretrum Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) Kuok memiliki luas kurang lebih 9 ha dan koleksi tanaman lebih dari 117 jenis tanaman. Beragam jenis tanaman yang ada merupakan ladang pakan bagi berbagai jenis lebah, terutama trigona itama.

“Selain memiliki fungsi untuk pelestarian keanakeragaman hayati, solusi pemenuhan ruang terbuka hijau, penelitian dan pendidikan, arboretum juga menjadi ladang nektar, pollen serta resin bagi lebah,”kata Ir. R. Gunawan Hadi Rahmanto, M.Si., Kepala BP2TSTH.

Gunawan menyatakan bahwa tanaman, lebah dan manusia mempunyai hubungan yang sangat erat atau simbiosis mutualisme. Lebah membantu tanaman dalam proses penyerbukan (polinasi), tetapi lebah dapat memperoleh makanan dari tanaman yang dikunjungi. Sedangkan manusia dapat mengambil madu, beepollen, propolis dan buah dari tanaman yang ada.

“Keanekaragaman tanaman yang ada di arboretum BP2TSTH Kuok membuka peluang yang tinggi bagi lebah pekerja dalam mengumpulkan makanan dan membawanya ke sarang sebagai bahan baku pembuatan madu, beepollen dan propolis,”kata Gunawan.

“Lebah jenis Trigona itama dengan tubuhnya yang mungil, mampu mengambil nektar pada bunga yang tidak terjangkau oleh jenis lebah Apis dorsata dan Apis cerana,”tambahnya.

Berdasarkan pengamatan, frekuensi kunjungan lebah Trigona itama pada tanaman yang sedang berbunga di Arboretum BP2TSTH berbeda-beda. Untuk mencatat kunjungan lebah pada berbagai jenis tanaman yang ada digunakan alat handcounter.

Hasilnya terlihat bahwa dalam 10 menit tercatat 40 ekor Trigona itama  pada jenis tanaman Melaleuca viminalis, dan 20 ekor pada tanaman Roystonea regia.

Selain itu, berdasarkan hasil pengamatan juga terlihat bahwa kandungan konsentrasi gula pada jenis tanaman berpengaruh dalam frekuensi kunjungan lebah tersebut. Dimana konsentrasi gula akan mempengaruhi sekresi nektar. Semakin tinggi konsentrasinya, maka jumlah lebah pekerja yang mengunjungi bunga tersebut akan semakin rendah.

Hal ini disebabkan karena konsentrasi gula yang tinggi menyebabkan nektar menjadi lebih pekat sehingga menyulitkan lebah pekerja dalam mengambil nektar. Sebaliknya, jika konsentrasi gula rendah akan menarik bagi lebah untuk mengunjungi karena diimbangi dengan volume nektar yang tinggi.

Selain pola sekresi nektar tanaman,  faktor iklim juga mempengaruhi aktivitas harian lebah pekerja dalam mengumpulkan nectar.

Arboretrum BP2TSTH, selain memiliki kegunaan sebagai tempat koleksi berbagai jenis pohon, juga sangat layak dijadikan sebagai objek wisata edukatif dengan keanekaragaman flora dan fauna yang terdapat di dalamnya.

“Intinya, selama itu bernilai positif dan bersifat membangun, arboretum layak memiliki beribu fungsi dalam hal penggunaannya termasuk sebagai ruang hidup bagi makhluk hidup dan sebagai laboratorium alam dari segi penelitian,”kata Gunawan

“Ke depannya, pengembangan arboretrum BP2TSTH diarahkan untuk menjadi show window/sarana pameran alam baik untuk mendiseminasikan produk tanaman kehutanannya, miniatur kegiatan penelitian dan pengembangan balai,  maupun produk budidaya lebah madunya,”pungkas Gunawan.***SJ/ASY/DR.

 

Kontributor:  Syasri Jannetta (Teknisi Litkayasa Penyelia BP2TSTH Kuok)

 

Informasi selengkapnya:

Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan

url : http://kuok.riau.litbang.menlhk.go.id atau  http://www.balithut-kuok.org

Jl. Raya Bangkinang Kuok Km. 9, Bangkinang, Riau 28294, Telp. 0762 - 7000121, Fax.  0762 - 7000122

Write a comment

Komentar