Teknologi dan Hasil Litbang, Solusi Permasalahan Sektor Kehutanan

Posted By Tuti 15 March 2017 - 07:35 am

FORDA (Bogor, 15/03/2017)_Saat ini banyak terjadi permasalahan pada sektor kehutanan, yang berimplikasi menurunnya peran sektor kehutanan pada perekonomian nasional. Untuk menghadapi kondisi tersebut, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) berharap kepada Badan Litbang dan Inovasi (BLI) dan para peneliti untuk mendayagunakan teknologi dan hasil litbang secara maksimal.

Hal ini diungkapkan oleh Dr. Ir. Bambang Hendroyono, MM., Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Sekjen KLHK) saat membacakan sambutan Menteri LHK pada acara Renungan Suci Rimbawan di Kampus BLI Gunung Batu-Bogor, Rabu (15/03).

Menteri LHK menyadari bahwa peran sektor kehutanan pada perekonomian nasional secara faktual sudah menurun tetapi sumber daya hutan masih menyimpan potensi perekonomian yang masih bisa dikembangkan. Selain itu, hutan juga masih mempunyai peran penting dalam perlindungan lingkungan hidup yang tidak boleh  putus, sesuai mandat konstitusional untuk lingkungan yang baik bagi warga negara.

“Ini tantangan bagi BLI dan para peneliti, bagaimana teknologi dan hasil litbang dapat didayagunakan secara maksimal untuk tujuan tersebut,”kata Bambang

Lebih lanjut, Bambang menegaskan bahwa Menteri LHK berharap hasil-hasil litbang dan inovasi harus mampu menjadi referensi pengambilan kebijakan dan mendorong pemanfaatan secara lestari semua potensi yang ada pada sumberdaya hutan.

Pada kesempatan tersebut, Bambang juga menyampaikan bahwa Menteri LHK mengapresiasi BLI  yang telah meningkatkan hubungan baik dengan media. Ternyata banyak hal positif dan capaian luar biasa yang dapat diinformasikan secara lebih luas untuk masyarakat melalui media.

“Saya yakin masih banyak capaian BLI lainnya yang siap diberikan di masa mendatang,”tegas Bambang.

Di sisi lain, Dr. Henri Bastaman, M.ES., Kepala BLI, menyatakan bahwa BLI bertekad akan terus mengembangkan diri untuk menciptakan inovasi dan berkontribusi dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Untuk meneruskan pengabdian dan kesinambungan karya kami, maka kami akan terus mengembangkan diri dan berkolaborasi serta bersinergi dengan pihak-pihak lain, baik instansi pemerintah, swasta maupun lembaga swadaya,”kata Kabadan.

Kabadan menyadari bahwa BLI mempunyai fungsi koordinasi terhadap setiap kegiatan litbang di bidang LHK. Koordinasi ini diharapkan selain akan menghasilkan penelitian yang lebih baik, utuh dan komprehensif, juga akan mengatasi masalah keterbatasan sumber daya penelitian.

Kabadan juga menyampaikan terima kasih kepada para rimbawan, terutama peneliti yang penuh dedikasi dalam menjalankan tugas negara. Tidak sedikit pengorbanan yang dilakukan oleh rimbawan dalam menjalankan tugasnya. Bahkan ada beberapa rimbawan yang kehilangan nyawa.

“Semangat rimbawan yang gugur dapat memacu kita dalam bekerja, menciptakan inovasi-inovasi baru dalam penelitian dan pengembangan, terutama untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang tinggal di sekitar hutan,”kata Kabadan.

Kabadan berharap dengan kegiatan Renungan Suci Rimbawan ini menjadi bentuk introspeksi diri, kontemplasi, untuk berpikir dengan jernih dan hati yang bersih terhadap apa yang telah kita lakukan sebagai seorang rimbawan dalam membangun kehutanan yang lestari dan menjaga lingkungan hidup untuk kemaslahatan umat manusia.

“Renungan Suci menjadi  sebuah semangat baru untuk mencapai perubahan yang lebih baik untuk KLHK. Tempat ini menjadi sejarah.  Sejak berpuluh tahun terakhir ini menjadi tempat Renungan Suci,”tegas Bambang.

“Marilah kita berdoa agar rimbawan yg gugur mendapat tempat yangg baik. Dan kita yg ditinggalkan dapat meneruskan perjuangannya untuk mencapai kejayaan kehutnan dan keluarga,”kata Bambang.

Selanjutnya, Bambang didampingi Kabadan meletakan rangkaian bunga pada Tugu pahlawan Rimbawan dan poto bersama dengan keluarga para pahlawan.***THS.

Write a comment

Komentar