KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Tuti - 10:30 am, 14. March 2017 - 789 klik

Potensi Ekowisata Satwa Liar Danau Toba

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, 1/03/2017)_Siapa yang tak kenal Danau Toba. Danau ini dikenal internasional sebagai danau vulkanik terluas di dunia. Selain itu, kawasan ini menjadi satu dari 10 kawasan prioritas tujuan destinasi wisata di Indonesia yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. Ternyata selain menyajikan keindahan alam, kawasan ini merupakan habitat beragam jenis satwa liar yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi ekowisata satwa liar.

“Keberadaan satwa liar tersebut, saat ini belum banyak diperhatikan. Padahal satwa liar memiliki keunikan dan daya tarik dan nilai jual yang tinggi sebagai obyek wisata. Hal ini dapat menjadi alternatif obyek ekowisata untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Danau Toba,”kata Wanda Kuswanda, S. Hut., M.Sc., Peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aek Nauli.

Wanda menyatakan bahwa Kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba mempunyai luas ± 379.846 ha dengan total lebih dari 150 ribu ha berstatus hutan lindung. Pada kawasan hutan lindung dan sebagian lahan masyarakat di sekitar Danau Toba merupakan habitat beragam jenis satwa liar.   Berbagai jenis satwa liar mulai dari kelompok burung, primata dan mamalia darat banyak ditemukan di sekitar hutan DTA Danau Toba yang meliputi tujuh kabupaten diantaranya harimau, orang utan, tapir siamang, beruk, monyet ekor panjang, rangkau dan kuau (merak Sumatera).

“Pengembangan ekowisata satwa liar di Sekitar Danau Toba sudah saatnya menjadi perhatian para pihak, baik instansi pemerintah maupun pihak swasta yang terlibat dalam bisnis pariwisata,”kata Wanda.

Wanda berharap bahwa ke depannya, wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba, bukan hanya saja melihat keindahan Danau Toba akan tetapi akan lebih lama tinggal untuk melihat dan menikmati keindahan dan atraksi alami beragam jenis satwa liar.

Disadari oleh Wanda, bahwa saat ini telah terjadi pergeseran minat pariwisata yaitu dari wisata umum (mass tourism) ke pola wisata minat khusus dan wisata ekologi atau yang lebih dikenal dengan ekowisata. Pada masyarakat yang lebih berkembang dan modern, sudah berkembang tradisi liburan dengan melakukan perjalanan pada wilayah yang masih alami, berudara segar, jauh dari polusi dan kebisingan kota. 

“Kondisi ini tentunya memberikan peluang besar bagi Bangsa Indonesia untuk menjadi tujuan wisata masyarakat internasional karena memiliki kawasan hutan dan keragaman hayati flora dan fauna yang unik, langka dan menarik, termasuk di sekitar Danau Toba,”kata Wanda.

Wanda mengakui bahwa proses pengembangan ekowisata ini, terutawa satwa liar, tentunya bukanlah pekerjaan yang mudah. Pada tahap awal dibutuhkan perencanaan, komitmen dan partisipasi para pihak.

Lebih lanjut, Wanda merekomendasikan beberapa langkah awal sebagai strategi dalam pengembangan ekowisata satwa liar, antara lain yaitu: 1). Mengidentifikasi sebaran habitat dan perilaku satwa yang menarik sebagai obyek ekowisata untuk memudahkan perjumpaan dengan satwa; 2). Penetapan spesies satwa unggulan sebagai obyek ekowisata dengan kriteria endemisitas, langka dan dilindungi serta memiliki keunikan morfologi dan perilaku; 3). Meningkatkan promosi dan sosialisasi obyek dan destinasi; 4). Mengembangkan aksesibilitas, produk dan sarana pendukung lainny; serta 5). Membangun pola kemitraan dan mempermudah perizinan tanpa mengorbankan kelestarian fungsi kawasan hutan serta melibatkan masyarakat lokal secara langsung dalam merencanakan pengembangan ekowisata satwa liar.

“Untuk mengimlementasikan pengembangan ekowisata satwa liar di Sekitar Danau Toba, Balai Besar KSDA Medan, BP2LHK Aek Nauli dan Lembaga Vesswec telah menjalin kerjasama untuk membangun Aek Nauli Elephant Conservation Camp sebagai lokasi konservasi dan destinasi ekowisata di sekitar Danau Toba,”kata Wanda.

Wanda berharap langkah ini dapat menjadi aspirasi para pihak untuk mengembangkan berbagai lokasi ekowisata satwa liar karena memiliki prospek yang sangat tinggi untuk menambah paket wisata di Danau Toba. ****WK

 

Informasi Selengkapnya

BP2LHK Aek Nauli

http://aeknauli.litbang.menlhk.go.id
Jln. Raya Parapat Km. 10,5 Sibaganding, Parapat, Sumatera Utara