Hutan Desa Sebagai Peluang Pengembangan Potensi Buah Lokal

Posted By lusi 13 March 2017 - 05:41 am

Buleleng, Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Minggu 12 Maret 2017. Keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia sangat berpotensi memajukan perekonomian rakyat, termasuk potensi tanaman buah lokal yang khas dan bersifat endemik. Bali, sebagai salah satu wilayah yang kaya akan ragam buah lokal menjadi suatu peluang yang baik untuk pengembangan ekonomi masyarakat lokal.

 
Mendukung peluang tersebut, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya meninjau lokasi pembibitan buah-buahan yang ada di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali bersama Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga pada hari Minggu (12/03/2017). 
 
Bali memiliki karakteristik dimana tanahnya subur dan tutupan lahan yang baik. Hal ini merupakan keuntungan bagi masyarakat pengelola hutan desa di Bali. Kelembagaan masyarakat tentang pertanian atau perkebunan di Bali sudah berjalan baik, ada 7 kelompok pengelola hutan desa. Kelompok-kelompok ini harus dilihat betul dan dibantu untuk pengembangan model bisnisnya, seperti membuat suatu produk atau jasa ekowisata. 
 
Konsep Hutan Desa yang diusung Kementerian LHK menjelaskan bahwa masyarakat yang mengelolanya harus mendapatkan sesuatu. Memanfaatkan hutan bukan dari kayunya, tetapi potensi-potensi lain yang diperoleh dari hutan. Buah-buahan khas lokal dapat dijadikan potensi. Kolaborasi antar lembaga dapat dilakukan untuk mencari jalan keluar agar panen buah-buahan dapat tersalurkan.
 
Menurut Siti Nurbaya, pemerintah pusat dan daerah berkewajiban memberikan akses masyarakat kepada kesejahteraan, menjadikan masyarakat menjadi benar-benar ada, dan mendorong terus untuk demokrasi. "Rencana kita tentang mangga Golek mudah-mudahan akan dapat langkahnya seperti apa, agar pemerintah ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat." tutur Siti. 
 
Selama ini Bali telah menjadi wakil Indonesia di dunia internasional, dengan demikian perlu dibangun suatu kesan yang baik di Bali, termasuk produk buah-buahan lokal yang berkualitas. Pemanfaatan buah-buahan memiliki potensi yang besar untuk menjadikan pengelolanya kaya, karena buah-buahan dapat dijual langsung tanpa harus mengolahnya dan dapat langsung menghasilkan uang.
 
Saat ini Bali memiliki 143 kader-kader konservasi dan 21 diantaranya berasal dari Buleleng. Melalui kader-kader inilah pemahaman tentang lingkungan dan memelihara alam harus diajarkan kepada masyarakat sejak dari anak-anak, dan pemerintah secara nasional dapat mengeluarkan pedoman. Menteri LHK berpesan agar UPT terus berinteraksi dan memberikan kontribusi positif kepada Pemda. "Apa yang kita miliki, seperti Taman Nasional, Taman Wisata Alam, Balai Pengelolaan DAS dan Balai Penelitian Pengembangan Inovasi agar dapat menjadi sumber yang dapat dimanfaatkan.", ujar Siti Nurbaya.
 
Menteri Siti bersama Menteri Puspayoga mengunjungi UD. Hidup Tunas Mekar di desa Sudaji, kecamatan Sawan, Buleleng, Bali untuk melihat langsung proses produksi bibit buah-buahan. Produk unggulannya adalah buah-buahan durian Otong, durian Wani, durian Kane, durian Bustala, mangga Legong dan mangga Golek. Proses pembuatan bibit mangga Golek sendiri memerlukan waktu selama satu tahun dari biji hingga tumbuh dan kemudian disalurkan ke seluruh Indonesia. Dalam setahun, dari usaha ini dapat menghasilkan lebih dari seratus ribu bibit yang didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia.(*)
 
Write a comment

Komentar