Di Pulau Pejantan-Kepulauan Riau, Peneliti KLHK Temukan Ekosistem Unik yang Tidak Ada di Klasifikasi Tipe Ekosistem

Posted By Rizda 08 March 2017 - 12:00 am

FORDA (Bogor, 08/03/2017)_Dalam rangka mengkaji keanekaragaman hayati, beberapa waktu lalu, peneliti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan ekspedisi ke Pulau Pejantan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Dari eksplorasi yang dilakukan selama hampir dua minggu, 25 Januari - 6 Februari 2017 ini, tim ekspedisi menemukan ekosistem unik di Pulau Pejantan, yaitu vegetasi hutan yang tumbuh di atas hamparan batu granit.

"Kami menemukan ekosistem unik yaitu vegetasi hutan yang tumbuh di atas batu granit, di sela-sela atau lapisan tanah tipis di atas batu granit. Disebut unik karena ekosistem ini belum pernah ada (bahkan di klasifikasi tipe ekosistem)," kata Dr. Hendra Gunawan, ketua tim ekspedisi saat jumpa pers yang diadakan Badan Litbang dan Inovasi (BLI)-KLHK, Rabu (08/03).

Untuk itu, kepada Kepala BLI dan para Kepala Pusat Litbang, Hendra dan tim merekomendasikan, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam dan menyeluruh untuk mengungkap potensi di Pulau Pejantan.

"Bagaimana bisa vegetasi tumbuh di atas batu granit, ini perlu diteliti. Pasti ada proses mineralisasi yang memungkinan tanaman dapat tumbuh di sana. Ada kemungkinan mikroorganisme yang menghancurkan batu menjadi tanah sebagai tempat tumbuh," kata Hendra di hadapan 17 media massa: media cetak dan elektronik yang hadir di Kampus BLI Gunung Batu Bogor.

Selain memiliki ekosistem yang unik, Hendra mengatakan, Pulau Pejantan juga terindikasi memiliki spesies-spesies baru, baik flora dan fauna. Hal ini terlihat dari tampilan morfologi beberapa jenis tumbuhan dan satwa yang ditemukan.

Ada satu spesies bajing yang diduga merupakan spesies baru yaitu Cynopterus sp. dan terdapat dua spesies penyu dilindungi yang secara rutin bertelur di Pulau Pejantan yaitu Penyu sisik (Eretmochelys imbricate) dan Penyu pipih (Natator depressus).

"Meski demikian, mengenai jumlah spesies baru belum dapat dipastikan, karena perlu kajian taksonomis dengan dukungan analisis DNA," kata Hendra.

Dari karakteristik biologis, tim menemukan, baik flora maupun fauna di Pulau Pejantan mengindikasikan adanya kedekatan atau kekerabatan dengan flora dan fauna dari Kalimantan. Dengan demikian, dapat diduga bahwa induk dispersal flora-fauna Pulau Pejantan berasal dari Pulau Kalimantan.

Beberapa jenis pohon yang berkerabat dengan jenis pohon di Kalimantan antara lain jenis-jenis Dipterocarpaceae, Lauraceae, Dilleniaceae, Moraceae, Apocynaceae, Meliaceae, Verbenaceae dan Burseraceae).***RH

Download Materi

Materi Terkait:

Akrabkan Diri dengan Media, BLI Adakan Jumpa Pers

Write a comment

Komentar