Jamur dari Hutan Mangrove Indonesia Berpotensi sebagai Agen Pengurai Zat Pewarna dan Phenanthrene

Posted By Tuti 03 March 2017 - 04:21 pm

Forda (03/03/2017)_Tramates sp. AS03, jamur lapuk putih (a white-rot fungus) yang ada di Hutan Mangrove Sungai Pakning dan Tanjung Buton, Riau-Indonesia telah terbukti berhasil menguraikan zat pewarna Azo dan Polyclicic aromatic hydrocarbons (PAHs), seperti phenanthrene. Kedua zat tersebut memberikan dampak negarif bagi rantai makanan, dan berpotensi menjadi toksik, mutagenik, karsinogenik di lingkungan.

Hal ini diungkapkan oleh Asep Hidayat, Peneliti Badan Litbang dan Inovasi (BLI) dan Sanro Tachibana dari Universitas Ehime-Jepang dalam artikelnya yang berjudul  Decolorazation of Azo Dyes and Mineralization of Phenanthrene by Tramates sp. AS03 Isolated from Indonesian Mangrove Forest dalam Indonesia Journal of Forestry Research Vol 1, No 1 Tahun 2014.

“Pewarna azo digunakan dalam proses tekstil dan menguasai 70% dari zat pewarna dipasaran dunia.  Zat ini sangat sulit untuk diuraikan dan menyebabkan pencemaran pada air buangan,”kata Asep yang dikutip dalam artikelnya.

“Sedangkan phenanthrene merupakan PAHs, yaitu senyawa organik yang memiliki dua atau lebih cincin benzena dan keberadaanya sangat sulit terurai baik yang berada di udara, air maupun tanah,”kata Asep.

Lebih lanjut, Asep menegaskan bahwa kedua zat tersebut merupakan polutan utama dalam lingkungan dan memberikan dampak buruk bagi kehidupan manusia dan keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, diperlukan suatu inovasi yang ramah lingkungan untuk menguraikan kedua zat tersebut.

“Salah satunya adalah dengan menggunakan agen mikroba, seperti jamur lapuk putih. Cara yang relatif murah dan dapat diaplikasikan oleh semua pengguna,”kata Asep.

Menurut Asep, jamur lapuk putih telah dikenal mampu menguraikan zat pewarna tekstil karena jamur ini mengandung enzim lignolitik, yaitu enzim lignin peroksidase (LiP), mangan peroksidase (MnP) dan laccase.  

Disadari bhawa enzim lignolitik dapat merombak senyawa aromatik,  polimer sintetik, dan zat warna melalui reaksi redoks, dimana enzim lignolitik akan mengoksidasi secara sempurna senyawa-senyawa karbon menjadi CO2 dan H2O.

“Meskipun, jamur lapuk putih dapat mendegradasi polutan organik tetapi merupakan tantangan besar untuk menemukan jamur dari hutan mangrove yang mampu mendegradasikan pewarna azo dan phenanthrene,”kata Asep.

Dalam penelitiannya, Asep mencoba untuk mengumpulkan jamur lapuk putih yang diambil dari kayu-kayu busuk di Hutan Mangrove Sungai Pakning dan Tanjung Buton, Riau-Indonesia. Sedangkan zat pewarna tekstil, phenanthrene dan bahan kimia lainnya dari Jepang. Zat pewarna tekstil tersebut adalah Remazol B. Violet (V5), Levafix Orange E3GA (Or64), Levafix B. Red E-6BA (R159), Sumifix S. Scarlet 2GF (R222) dan Remazol Brilliant Blue R (RBBR).

Berdasarkan hasil penelitiannya diperoleh bahwa Jamur Trametes sp. AS03 mampu mendegradasi/menguraikan zat pewarna RBRRR atau sebesar 100%. Sedangkan kemampuan jamur  Trametes sp. AS03 menguraikan atau mendegradasi zat pewarna V5, R222, R159, and Or64 selama 3 hari masa inkubasi, masing-masing sebesar 91, 60, 48, dan 31%.  Untuk phenanthrene, Tramates sp. AS03 mampu menguraikannya lebih dari 70% selama 15 hari masa inkubasi.

Terkait hal tersebut, Asep merekomendasikan bahwa Jamur Tramates sp. AS03 dari hutan mangrove Indonesia dapat dimanfaatkan untuk menguraikan zat pewarna azo dan PAHs. Tetapi pemanfaatan dalam skala luas, beberapa investigasi perlu diulangi terutama mekanisme degradasi atau penguraian pewarna azo dan phenanthrene oleh Jamur Tramates sp. AS03.

Hal ini berarti membuka kesempatan bagi K/L atau stakeholders lainnya untuk berpartisipasi menyelesaikan persoalan pencemaran lingkungan dengan bergabung dalam proses penelitian dan pemanfaatan Jamur Tramates sp. AS03 dalam menguraikan zat pewarna tekstil atau azo dan juga phenanthrene. ***ADS & THS

 

Sumber Artikel:

Decolorazation of Azo Dyes and Mineralization of Phenanthrene by Tramates sp. AS03 Isolated from Indonesian Mangrove Forest dalam Indonesia Journal of Forestry Research Vol 1, No 1 Tahun 2014. Yang dapat diunduh secara lengkap dalam bentuk PDF silahkan klik: http://dx.doi.org/10.20886/ijfr.2014.1.1.67-75.

 

Informasi Lebih Lanjut:

Dr. Asep hidayat

Email : asephidayat12@gmail.com

Pusat Litbang Hutan (P3H)

url : http://hutan.litbang.menlhk.go.id atau  http://puskonser.or.id

Jl. Gunung Batu No. 5,  Po. Box. 165, Bogor 16610, Telp. 0251- 8633234, 520067,  Fax.  0251 - 8638111

Write a comment

Komentar