Indonesia Memimpin Studi Penelitian

Posted By Tuti 02 March 2017 - 04:40 pm

FORDA (Bogor, 02/03/2017)_Suatu hal yang patut dibanggakan. The Indonesian National Carbon Accounting System (INCAS), salah satu studi penelitian Bangsa Indonesia mendapat apresiasi besar dari bangsa lain. Bahkan dalam situs climate scorecard.org, ada satu artikel yang mengulas tuntas tentang INCAS dengan judul “Indonesia Leading Research Study” yang diupload pada hari Minggu (11/12/2016).

Dalam artikel tersebut dikatakan bahwa Indonesia telah berhasil membuat publikasi pertama berbasis penelitian INCAS pada tahun 2015. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa karena publikasi tersebut di publish sebelum Perjanjian Paris. Publikasi ini menunjukkan kemampuan Indonesia untuk memberikan laporan rinci dari emisi gas rumah kaca. Publikasi tersbut juga merupakan laporan pertama dan terbaru dari Bangsa Indonesia.

Disadari bahwa INCAS merupakan sistem untuk mengukur, melaporkan, dan memverifikasi (MRV) emisi dan penyerapan gas rumah kaca (GRK) dari hutan dan lahan gambut. Dalam proses kerjanya ada beberapa Peneliti Badan Litbang dan Inovasi (BLI) yang terlibat dalam Tim INCAS, yaitu Haruni Krisnawati, Rinaldi Imanuddin, Wahyu Catur Adinugroho, dan Silver Hutabarat.

Artikel tersebut juga memuji bahwa INCAS disusun untuk dapat diperluas ke sektor penggunaan lahan lainnya dan dapat dioperasionalkan di seluruh Kementerian LHK.

Publikasi pertama ini tidak hanya menampilkan yang paling rinci dan paling akurat dari jumlah emisi gas rumah kaca pada sektor yang dikaji, tetapi juga menetapkan sistem MRV untuk memenuhi persyaratan Perjanjian Paris yang meliputi sebagian besar emisi gas rumah kaca di Indonesia.Sebuah sistem MRV yang kuat diperlukan untuk memberikan data emisi GRK yang akurat kepada UNFCCC.

Dalam artikel tersebut, Penulis mengakui bahwa apa yang telah dicapai Bangsa Indonesia (INCAS) merupakan hal yang luar biasa karena diakui oleh Penulis untuk mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan, terutama di lahan gambut, bukanlah hal yang mudah. Proses tersebut mempunyai rintangan yang berat.

Oleh karena itu, Penulis menilai bahwa publikasi pertama INCAS ini sangat berguna dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber utama yang penting bagi masyarakat/pengguna yang ingin mengutip emisi gas rumah kaca di Indonesia, sebagai acuan bagi pemerintah dan lembaga lainnya.

Ini memberikan bukti kemampuan Indonesia untuk secara akurat melaksanakan janjinya, dan juga meletakkan dasar bagi perluasan kemajuan INCAS. Hal ini cukup sebagai dasar untuk langkah ke depan yang akan diambil terkait profil emisi gas rumah kaca Indonesia dan bagaimana tindakan-tindakan akan mempengaruhi inisiatif nasional lainnya.

Sistem MRV INCAS yang disajikan dalam publikasi ini memenuhi persyaratan Perjanjian Paris dan juga merupakan sumber utama untuk data emisi. Sistem ini menyediakan jumlah emisi nasional secara historis, mencakup emisi bersih GRK 2001-2012. Data tersebut dapat diatur dalam berbagai cara, oleh karena itu sangat berguna untuk pembentukan setiap kebijakan pemerintah. Data emisi  dengan cara yang berbeda dapat diatur, misalnya, sebagai contoh,  kegiatan REDD + dan provinsi.  

Ini (INCAS) adalah sistem yang paling akurat dan komprehensif.  Selain mendukung persyaratan pelaporan emisi baik domestik maupun global, INCAS juga memberikan informasi rinci untuk mendukung pengembangan arsitektur REDD+. Pemerintah sekarang dapat melaporkan emisi gas rumah kaca sesuai standar dari Komunikasi Nasional UNFCCC dan update laporan dua tahunan.

Selain itu, studi ini (INCAS) dapat digunakan untuk menentukan arah mitigasi dan adaptasi provinsi di Indonesia, memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi pengambil keputusan (pemerintah) dan masyarakat, serta mendukung penyediaan kebijakan nasional satu peta. ***Uus Danu Kusumah/UDK.

 

Sumber Artikel :

Indonesia Leading Research Study yang diupload pada tanggal 11 desember 2016 di http://climatescorecard.org/2016/12/11/indonesia-leading-research-study/

Publikasi INCAS  National Inventory of Greenhouse Gas Emissions adn Removals on Indonesia’s Forest and Peatland dapat iunduh di: http://www.incas-indonesia.org/wp-content/uploads/2015/11/1.-INCAS-National-Inventory-of-Greenhouse-Gas-_web.pdf

 

Informasi Lebih Lanjut:

Badan Litbang dan Inovasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Jalan Gunung Batu No. 5 Bogor (INCAS Office)
Telephone: 0251 752 0067
Email : datinfo@forda-mof.org | incas@forda-mof.org
Website : http://www.forda-mof.org atau http://incas.menlhk.go.id/

Write a comment

Komentar