Media Diharapkan Bisa Diseminasikan Hasil Litbang

Posted By Tuti 24 February 2017 - 05:36 am


FORDA (Ciwidey, 24/02/2017)_Media mempunyai peranan penting dalam mendesiminasikan hasil litbang dan inovasi sehingga dapat digunakan oleh pengguna, terutama masyarakat. Hal ini dikemukakan oleh Dr. Henri Bastaman, M.ES., Kepala Badan Litbang dan Inovasi (Kabadan) pada saat Dialog Pimpinan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan media di Patengan, Ciwidey Bandung, Kamis (23/02).

“Banyak hal temuan (hasil litbang) apabila diketahui media akan menjadi menarik untuk diketahui oleh masyarakat,”kata Kabadan.

Menurutnya, Peneliti Badan Litbang dan Inovasi (BLI) dalam menjalankan tugasnya telah menghasilkan banyak hasil litbang. Hasil-hasil tersebut seharusnya didesiminasikan sehingga dapat diketahui oleh publik.

"Apa yang  telah dilakukan oleh peneliti-peneliti BLI diarahkan untuk mendukung pencapaian target KLHK sehingga kebijakan  yang dihasilkan mempunyai dasar scientific dan mengembangkan inovasi-inovasi bidang lingkungan hidup dan kehutanan,"kata Kabadan.

Lebih lanjut, Kabadan menyatakan bahwa hasil litbang dan inovasi tersebut telah dihimpun dalam bentuk buku. Dan pada tahun ini (2016), ada 150 inovasi yang sudah disebarkan dan didesiminasikan.

"Ini kami pilahkan dari hasil litbang dan bisa menjadi inovasi. Ini adalah edisi kedua. Bisa menjadi bahan rekan media. Menjadi menarik apabila rekan media mendesiminasikan hasil litbang,”kata Kabadan.

Kabadan berharap bahwa media bisa memberikan masukan atas hasil karya tersebut (150 inovasi) sehingga dapat dimanfaatkan oleh para pihak. Selain itu, Kabadan  juga berharap dengan adanya pertemuan ini akan terjalin keakraban BLI dengan media dan memberi dampak terhadap desiminasi hasil litbang.

Disisi lain, Anton Subagyo, wartawan dari ANTARA menyatakan bahwa litbang strategis untuk mengangkat berita positif. Sayangnya, ada jarak antara BLI dengan media. BLI dinilai kurang proaktif mendekati media, sedangkan media agak sungkan ke BLI karena ada kekhawatiran prosesnya rumit, sedangkan media menginginkan proses yang mudah dan sederhana.

“Padahal dari buku 150 inovasi, banyak sekali bahan yang bisa digunakan oleh media untuk  membantu diseminasi hasil litbang,”Kata Anton.

Terkait hal tersebut, Anton berharap BLI untuk proakitf menjemput bola, seperti mengadakan kegiatan rutin 2 minggu sekali untuk mengenalkan inovasi litbang kepada media.

Pada kesempatan tersebut, media selain melakukan dialog dengan kabadan juga dialog dengan Pejabat Eselon I lainnya lingkup KLHK. Bahkan media juga mendapat kesempatan wawancara langsung dengan Bu Menteri Siti Nurbaya.

Hal tersebut sesuai dengan harapan dan tujuan kegiatan, yaitu menyediakan forum yang paling nyaman dengan media sehingga terjalin keakraban antara KLHK dengan media. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, 23-24 Februari 2016.

“Mari kita manfaatkan kegiatan ini sebagai permulaan,”kata Bu Menteri LHK.

Bu Menteri LHK berharap bahwa pemberitaan media tidak selalu berbau negatif tetapi juga bisa memberikan berita positif.  Dimana kinerja KLHK bisa dilihat hingga di tingkat tapak dan bisa membawa pencitraan di internal LHK dan pihak luar.

“KHK akan membuka saluran informasi kepada media sebanyak-banyaknya, seluas-luasnya dan sedekat-dekatnya,”kata  Ir. Bambang Hendroyono, M.M., Sekretaris Jenderal KLHK.

“Jangan ada batas diantara kita dalam hal dukungan data dan informasi,”tambahnya.

Untuk mencapai harapan tersebut, saat ini KLHK telah membuat kontak person agar setiap detik KLHK peduli terhadap setiap isu yg mengangkut KLHK agar direspon dengan baik. Selain itu, juga ada agenda setting untuk melakukan siaran pers yg menghimpun setiap pekerjaan yg dilakukan KLHK setiap hari setiap bulan.

Dalam kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan pelepasan satwa langka (burung elang jawa jantan yang berumur 2.5 tahun, penanaman tanaman lokal, serta mengunjungi wana wisata kawah putih.***THS & Ar.

 

 

 

Write a comment

Komentar