10 Gy, Dosis Tepat Iradiasi sinar gamma untuk Magnolia champaca

Posted By Tuti 14 February 2017 - 05:14 am

FORDA (Bogor, 14/02/2017)_Penggunaan iradiasi sinar gamma telah diakui bisa menghasilkan benih unggul pada berbagai jenis tanaman, tidak terkecuali Magnolia champaca. Namun, pemberian dosisnya harus diperhatikan karena sangat berpengaruh pada persen hidup dan pertumbuhan tanaman. Dan dosis yang tepat adalah 10 Gy. Dosis tersebut menghasilkan persen hidup dan pertumbuhan yang lebih stabil.

Hal ini diungkapkan oleh Muhammad Zanzibar dan Dede J. Sudarajat, Peneliti Balai Litbang Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan (BP2TPTH) Bogor dalam artikelnya yang berjudul Effect of Gamma Irradiation on Seed Germination, Storage, and Seedling Growth of  M. champaca L dalam  Indonesian Journal of Forestry Research Vol 3, No 2 Tahun 2016.

“Peningkatan parameter perkecambahan benih tertinggi terjadi pada dosis 10 Gy,”kata Zanzibar yang dikutip dalam artikelnya.

Disadari bahwa dalam penelitiannya, Zanzibar telah melakukan iradiasi sinar gamma pada benih M. champaca dengan dosis 0, 5, 10, 15, 20, 40, 60, 80, dan 100 Gy dengan Cobalt-60.  Benih-benih yang diiradiasi tersebut terbagi dalam 3 kelompok perlakuan, yaitu uji perkecambahan, uji penyimpanan, dan uji karakteristik pertumbuhan bibitnya.

Sedangkan pengolahan datanya mnggunakan analisis data statistik IBM SPSS dan nilai rata-ratanya diperbandingkan dengan menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan level peluang 0,05%.

“Laju pertumbuhan dalam bentuk tinggi bibit, diameter pangkal akar, jumlah daun, dan berat kering total juga meningkat pada dosis iradiasi sinar gamma hingga 80 Gy. Namun dosis 10 Gy menghasilkan persen hidup dan pertumbuhan yang lebih stabil dalam menghasilkan nilai tertinggi untuk sebagian besar parameter,”kata Zanzibar.

Berdasarkan hasil penelitianya, terlihat bahwa dosis rendah (10 Gy) dapat meningkatkan perkecambahan sebesar 9,4%; pertumbuhan bibit sebesar 30% dan daya simpan sebesar 34,1%. Nilai-nilai tersebut diperoleh dengan membandingkan dengan tanaman kontrol (tanpa perlakuan). Selain itu, nilai tersebut maksimum atau lebih tinggi dibandingkan dosis lainnya.

“Berdasarkan hal tersebut, perlakuan iradiasi sinar gamma dosis rendah (10 Gy) dapat digunakan untuk meningkatkan perkecambahan, daya simpan, dan pertumbuhan bibit M. Champaca,”kata Zanzibar.

M. champaca, secara lokal lebih dikenal dengan tanaman cempaka kuning dan bambang lanang. Spesies ini asli Indonesia, yang umumnya tersebar di Wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Pohon ini menghasilkan kayu untuk konstruksi, mebel dan plywood. Bahkan di beberapa daerah, seperti Sumatera Selatan dan Sulawesi Utara, jenis ini sangat penting dalam penanaman.

Sayangnya, perbanyakan jenis pohon ini masih mempunyai beberapa masalah terkait penyimpanan dan kelangsungan hidup bibit. Proses pembibitannya memakan waktu yaitu sekitar 5 minggu sampai 4 bulan untuk berkecambah. Selain itu, umumnya pertumbuhan kecambah M. champaca sangat rendah dan tidak sedikit yang mati.

Oleh karena itu, dalam proses perbanyakan bibit M. Champaca diperlukan perlakuan kimia atau fisik untuk meningkatkan perkecambahannya. Dan Iradiasi sinar gamma pada benih diketahui sebagai salah satu faktor yang dapat merangsang proses biokimia dan fisiologi.

“Teknik ini (iradiasi sinar gamma) bisa digunakan untuk meningkatkan benih dan bibit berkualitas untuk menunjang pengadaan bibit untuk membangun hutan tanaman,”kata Zanzibar.***THS

 

Sumber Artikel:

Effect of Gamma Irradiation on Seed Germination, Storage, and Seedling Growth of  Magnolia champaca L yang dapat diunduh di http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/IJFR/article/view/748/1800

 

 Artikel Terkait:

Benih Unggul dengan Metode Radiasi

Write a comment

Komentar