Dari Maluku Untuk Indonesia Kita

Posted By lusi 08 February 2017 - 05:00 pm

Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ambon, Kamis, 9 Februari 2017: Komitmen mengembangkan perhutanan sosial mulai dari hulu hingga ke hilir dibuktikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan kembali diresmikannya Pesona Mart Ambon oleh Menteri LHK, Siti Nurbaya pada Rabu 8 Februari 2017 di Ambon, Provinsi Maluku. Kehadiran Pesona Mart yang pertama di Ambon ini bertujuan sebagai media promosi dan pemasaran produk-produk perhutanan sosial. Hal ini merupakan salah satu upaya dalam mendukung program peningkatan ekonomi kerakyatan. "Aspek yang penting saat ini adalah masyarakat perlu mendapat keadilan dan peluang-peluang untuk berproduksi dan sejahtera" ujar Menteri Siti Nurbaya.

 
Menteri Siti Nurbaya yang didampingi oleh Direktur Jenderal Pehutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL), Hadi Daryanto dan Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), Karliansyah menegaskan bahwa Pesona Mart yang berada di lingkungan kantor Balai PSKL Maluku Papua tersebut adalah tempat berinterikasinya masyarakat, tempat bertemunya penjual dengan pembeli dan diharapkan dapat menjadi ruang interaksi inspirasi. "Akses kelola masyarakat terhadap hutan melalui hutan kemasyarakatan, hutan desa dan hutan tanaman rakyat, agar dapat lebih produktif sehingga dapat melengkapi Pesona Mart", tambah Menteri Siti.
 
Pada acara tersebut, Menteri Siti juga bertatap muka dengan Masyarakat Adat, penerima Kalpataru, pecinta alam, penggiat lingkungan dan pelaksana perhutanan sosial yang ada disekitar Kota Ambon serta masyarakat adat yang akan menerima Surat Keputusan Penetapan Izin Usaha Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (IUPHKm) dan Hak Pengelolaan Hutan Desa (HPHD). Menteri Siti menekankan; "Perlunya mendorong aktifis-aktifis lingkungan, pemerhati lingkungan untuk menyuarakan masalah lingkungan yang ada di Maluku dan akan diselesaikan bersama, seperti penambangan di Pulau Buru." 
 
Program Perhutanan Sosial nantinya tidak hanya bertumpu pada kegiatan pemberdayaan masyarakat, tapi juga mengedepankan bisnis rakyat. “Bapak Presiden berulang-ulang kali mengatakan pada saya; jangan terus menerus berikan hutan hanya pada konglomerat, hanya kepada pengusaha, berikan terdahulu kepada rakyat. Efektifkan, rapikan, supaya rakyat apabila katakanlah dalam bentuk kelompok, kemudian kelompok menjadi gabungan kelompok, gabungan kelompok menjadi koperasi, maka dia menjadi sangat kuat dengan kapasitas dan manajemen seperti korporasi”, ujar Menteri Siti. 
 
Pada akhir acara, Menteri Siti menyampaikan bahwa; "Pengembangan ke depan, pemerintah adalah simpul untuk mensejahterakan masyarakat. Hal tersebut sesuai pengarahan Presiden agar menuntaskan pembangunan sampai ke pelosok melalui penataan ekonomi yang berkeadilan”. Saat ini KLHK mengupayakan pembangunan Pesona Mart di seluruh Balai PSKL dalam waktu dekat dan kedepannya akan diperluas ke seluruh Indonesia. Hasil-hasil hutan non kayu yang dijual antara lain yaitu olahan rotan, madu hutan, minyak kayu putih, kopi dan tanaman herbal. Terakhir, Menteri Siti berpesan bahwa kesinambungan pengembangan generasi lingkungan harus terus dilaksanakan dengan memanfaatkan kantor Balai PSKL sebagai ruang interaksi, sehingga contoh Pesona Mart yang baik, Dari Maluku untuk Indonesia Kita.(*)
 
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 
Djati Witjaksono Hadi – 081375633330
Write a comment

Komentar