KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by admin - 12:00 am, 28. May 2012 - 1938 klik

Mengusung Mekongga sebagai Kawasan Konservasi

mekonggaFORDA (Bogor, 28 Mei 2012)_Hutan Lindung Pegunungan Mekongga, Sulawesi Tenggara, yang kaya biodiversitas serta merupakan daerah tangkapan air bagi  3 DAS penting di 4 kabupaten, layak untuk dijadikan kawasan konservasi. Demikian disampaikan oleh Dr. Hendra Gunawan, Associate Program (AP)-4 Leader International Cooperative Biodiversity Group (ICBG)-Indonesia dalam Workshop dan Diseminasi Hasil ICBG pada 23 Mei 2012 lalu di Gd. Manggala Wanabakti, Jakarta.

Usulan tersebut lahir melalui workshop “Masa Depan Mekongga” pada Nopember 2011 lalu di Lasusa, Kab. Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Workshop ini dihadiri Pejabat Pemda Kolaka dan Kolaka Utara serta para stakeholder termasuk pejabat camat dan desa,  indigenous people, tokoh adat, LSM lokal serta guru dan pelajar. “Workshop inilah yang menghasilkan kesepakatan bersama untuk mengusulkan Mekongga menjadi kawasan konservasi, sehingga prosesnya bottom up, bukan top down, “ tegas Hendra Gunawan.

Dr. Rosichon, Peneliti Biologi LIPI dalam paparannya menyampaikan bahwa kegiatan ICBG-Indonesia di Mekongga Sulawesi Tengara merupakan kerjasama internasional yang melibatkan LIPI, Kemenhut, ITB, University of California-Davis, University of California-Berkeley dan University of California-San Fransisco. Kerjasama ini bertujuan untuk menggali kekayaan biodiversitas Indonesia yang dilaksanakan di Pegunungan Mekongga, Sulawesi Tenggara bagi kesejahteraan manusia.

Dalam kurun waktu 2008 – 2013, kerjasama dilaksanakan  melalui  4 Associate Program (AP), yaitu (AP-1) Survey taksa terpilih Makroorganisme dan vertebrata di hutan dataran rendah dan tinggi; (AP-2) Survey taksa terpilih Mikroorganisme di hutan dataran rendah dan tinggi; (AP-3) Studi bioprospeksi (bacteria, fungi, plants dan insects) untuk bahan baku obat dan energi; dan (Ap-4) Pendidikan konservasi, kemitraan dan Etika.


Posted by admin - 12:00 am, 11. May 2012 - 2203 klik

Sektor Kehutanan Sebagai Pemasok Kebutuhan Energi Nasional: Mengapa Tidak?

bioenergiFORDA (Jakarta, 11 Mei 2012)_Sektor kehutanan berpotensi besar untuk memasok kebutuhan energi nasional.  Kekayaan jenis tumbuhan penghasil bahan baku energi, luasnya kawasan hutan dan iklim tropis Indonesia merupakan sumber daya potensial untuk mengembangkan bioenergi dari sektor kehutanan. Demikian disampaikan oleh Putera Parthama, Kepala Puslitbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan (Pustekolah) dalam Dialog Dua Mingguan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) pada 8 Mei 2012 lalu di R. Rapat Utama, Gd. Manggala Wanabakti, Jakarta.

Dialog yang dimoderasi oleh Prof. San Afri Awang, Staf Khusus Menteri Kehutanan Bidang Pemberdayaan Masyarakat bertujuan untuk meningkatkan awareness di kalangan pejabat Kemenhut tentang potensi sektor kehutanan tersebut sekaligus untuk mendapat dukungan pengembangan bioenergi sektor kehutanan. Sekitar 50 orang hadir dalam dialog  tersebut antara lain beberapa media cetak, staf khusus Kemenhut, serta pejabat eselon II, III dan IV Kemenhut lainnya.

 “Sejak 2005 Indonesia sudah keluar OPEC karena telah menjadi net importer minyak bumi. Tahun 2011 kita mengimpor 400.000 barel tiap hari. Bahkan Indonesia Energi Outlook memperkirakan tahun 2030 Indonesia akan mengimpor 1,3 juta barrel per hari. Tahun 2011, APBN terbebani 250 triliun rupiah untuk subsidi BBM. Bayangkan betapa kondisi itu akan sangat memiskinkan negeri ini. Sementara kenaikan kebutuhan energi 10 tahun terakhir mencapai 7 persen per tahun”, kata Putera Parthama mengawali presentasi.  


Posted by admin - 12:00 am, 27. February 2012 - 2325 klik

Mengukur Kinerja dengan Capaian Outcome (Hasil)

outcome

Kontrak kinerja Badan Litbang Kehutanan sebagaimana yang sudah ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Badan Litbang Kehutanan dan Renstra Kementerian Kehutanan Tahun 2010-2014 adalah (1) tercapainya 100 % luaran IPTEK Kehutanan, dan (2) tercapainya 60% IPTEK Kehutanan dimanfaatkan oleh pengguna.

Hal itu berimplikasi bahwa setiap kegiatan penelitian yang dilaksanakan harus mampu menghasilkan IPTEK, dan minimal 60% IPTEK yang telah dihasilkan dapat dimanfaatkan oleh pengguna. Kontrak kinerja Kepala Badan Litbang Kehutanan dengan Menteri Kehutanan tersebut merupakan target yang harus direalisasikan serta harus menjadi perhatian dan fokus bersama, karena bukan hanya akan dimonitor dan dievaluasi oleh UKP4 (Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan), melainkan sebagai pertanggungjawaban kepada publik atas amanah yang diemban.


Posted by admin - 12:00 am, 08. February 2012 - 1953 klik

Meningkatkan Publikasi Karya Tulis Ilmiah (KTI) di Indonesia

s1s2

 

Guna memacu Publikasi Karya Ilmiah di Indonesia, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) mengeluarkan ketentuan baru terkait Publikasi Karya Ilmiah Mahasiswa S1, S2, dan S3. Mahasiswa yang lulus setelah Agustus 2012 diberlakukan ketentuan untuk mempublikasikan karya ilmiahnya sesuai dengan Surat Edaran DIKTI Nomor : 152/E/T/2012.    

Surat yang ditandatangani Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso itu memuat tiga poin yang menjadi syarat lulus bagi mahasiswa program S-1, S-2, dan S-3 untuk memublikasikan karya ilmiahnya, yaitu:

  1. Untuk lulus program Sarjana harus menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah.
  2. Untuk lulus program Magister harus telah menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah nasional, diutamakan yang terakreditasi Dikti
  3. Untuk lulus program Doktor harus telah menghasilkan makalah yang diterima untuk terbit pada jurnal internasional.

Posted by admin - 12:00 am, 05. December 2011 - 2066 klik

INAFOR 2011, Pertemuan Akbar Peneliti Kehutanan

opening inafor 

Badan Litbang Kehutanan menggelar Internasional Indonesia Forestry Researcher (INAFOR) 2011, pada 5-7 Desember 2011, bertempat di IPB International Convention Center, Bogor. Pertemuan yang mengambil tema Strengthening Forest Science and Technology for Better Forestry Development ini dibuka oleh Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan dan dihadiri pula Menteri Riset dan Teknologi. Keynote speaker dalam acara ini yaitu Vice President International Union Forestry Research Organization (IUFRO) dengan topik International Forestry Research Cooperation : Opportunity for Developing Country, DG CIFOR dan DG FORDA. Peserta pertemuan sebanyak 500 scientist kehutanan dalam dan luar negeri, a.l institusi litbang/perguruan tinggi, pelaku dunia usaha, dan lembaga swadaya masyarakat, wakil presiden IUFRO, peneliti dari KFRI, JICA, ICRAF dan ACIAR.


Posted by admin - 12:00 am, 01. December 2011 - 1983 klik

INAFOR PROGRAMME

jadwal inafor


Posted by admin - 12:00 am, 24. November 2011 - 2957 klik

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ABSTRAK DAN POSTER INAFOR 2011

inafor-umumSehubungan dengan hasil penilaian naskah oral presentation INAFOR 2011 oleh Tim Seleksi Naskah Oral Presentasi Panitia INAFOR 2011, dengan hormat kami sampaikan hasil seleksi sebagai berikut:

  1. Kami sampaikan terimakasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah sangat antusias mengirimkan abstrak untuk penilaian bahan oral presentasi kegiatan Pertemuan Internasional INAFOR 2011.
  2. Hasil penilaian abstrak diklasifikasikan menjadi:
    1. Diterima untuk Bahan Oral Presentation.
    2. Disarankan untuk Poster Presentation.
    3. Tidak sesuai dengan thema dan kelompok issue yang telah ditetapkan.
  3. Sehubungan dengan butir 2, terlampir kami sampaikan hasil penilaian abstrak yang memenuhi kriteria untuk Bahan Oral Presentation dan Poster Presentation.

Posted by admin - 12:00 am, 18. November 2011 - 2115 klik

Gelar IPTEK Kehutanan untuk Penyuluh dan Widyaiswara

logo iptek litbangMemperkokoh jejaring kerja dan meningkatkan sinergitas antara peneliti, penyuluh dan widyaiswara melalui Forum Litbang Diklatluh adalah strategi yang dijalankan oleh Badan Litbang Kehutanan dalam menyebarluaskan hasil-hasil IPTEK kehutanan. Upaya ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pencapaian target 60% paket iptek kehutanan diadopsi atau dimanfaatkan pengguna, sebagaimana komitmen Badan Litbang Kehutanan dalam Renstra 2010-2014. Hal ini ditegaskan kembali oleh Bapak Kepala Badan Litbang Kehutanan, Dr. Tachrir Fathoni dalam sambutannya, bahwa 60% hasil litbang harus dapat memenuhi kebutuhan para pengguna.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah Gelar Hasil Litbang Kehutanan pada tanggal 3-4 Nopember 2011 di Hotel Papyrus Bogor.  Sebanyak 25 hasil IPTEK Badan Litbang Kehutanan yang praktis dan tepat guna ditampilkan dan didiskusikan bersama antara peneliti, penyuluh dan widyaiswara dalam acara ini.  Melalui acara ini diharapkan hasil-hasil IPTEK tersebut dapat digunakan sebagai bahan pengajaran bagi widyaiswara dan bahan penyuluhan oleh penyuluh kepada masyarakat luas sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan kehutanan.


Posted by admin - 12:00 am, 25. October 2011 - 1843 klik

BADAN LITBANG: Tambah Satu Profesor Riset

Badan Litbang Kehutanan bertambah satu lagi profesor riset, setelah sebelumnya memiliki tujuh Profesor Riset yang telah dikukuhkan. Pengukuhan satu Profesor Riset, yaitu Dr. Adi Santoso, M.Si oleh Majelis Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, pada 25 Oktober 2011, bertempat di ruang Rimbawan II gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Dalam acara pengukuhan tersebut Dr. Adi Santoso, M.Si akan menyampaikan pidato mengenai  “Tanin dan Lignin dari Acacia mangium Wild sebagai Perekat Kayu Majemuk Masa Depan."

Hasil riset yang dicapai oleh Dr . Adi Santoso, M.Si merupakan salah satu pencapaian yang membanggakan, karena dari hasil risetnya di targetkan mampu untuk mengurangi ketergantungan impor dan juga pencemaran lingkungan dari perekat kayu, seperti perekat kayu jenis termoset sintesis yang sebagian besar berasal dari hasil minyak bumi


Posted by admin - 12:00 am, 13. October 2011 - 2212 klik

AGROFORESTRY DAY: Menuju Asia Tenggara yang Berkelanjutan

agro-dayICRAF bekerjasama dengan Badan Litbang Kehutanan menyelenggarakan seminar dalam rangka hari Agroforesty Kawasan Asia Tenggara dengan tema “Menuju Asia Tenggara yang Berkelanjutan” di Jakarta pada tanggal 23 September 2011. Pada acara yang dihadiri oleh lebih dari 120 orang ini dilakukan tandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara ICRAF dengan Kementerian Kehutanan yang dilaksanakan oleh DG ICRAF (Dr. Dennis A Garrity) dengan Kepala Badan Litbang Kehutanan (Dr. Tachrir Fathoni). MoU ini merupakan perpanjangan dari MoU sebelumnya dan berlaku selama 5 tahun. 

Dalam MoU yang baru, ruang lingkup kerjasama mencakup penelitian terkait manajemen agroforestry, kebijakan, agroforestry dalam hubungannya dengan jasa lingkungan termasuk perubahan iklim, sistem dan teknologi agroforestry, pengetahuan lokal terkait praktek agroforestry, pemanfaatan materi genetik unggul untuk penanaman pohon, peningkatan kapasitas dan penguatan manajemen termasuk pengembangan Balai Penelitian Teknologi Agroforestry Ciamis, website dan publikasi bersama terkait agroforestry dan topik kerjasama lain yang disepakati bersama. Pada acara ini ICRAF berkomitmen memberikan grant sebesar USD 50,000  untuk pengembangan Balai Penelitian Teknologi Agroforestry Ciamis.