KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Rizda - 12:00 am, 19. June 2014 - 1969 klik

Sultan Hamengku Buwono X: Hutanku adalah Kehidupanku

Sambutan dan Pembukaan Rakornis 2014FORDA (Yogyakarta, 19/06/2014)_“Hutanku adalah kehidupanku,” kata Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam sambutannya saat membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Badan Litbang Kehutanan Tahun 2014 di Yogyakarta, Kamis (19/06).

Hal ini disampaikannya dalam rangka mengajak insan kehutanan peserta Rakornis tersebut untuk bersama-sama berupaya melestarikan kawasan hutan. Terlebih, menurut Sultan, hutan tropis dan permasalahannya mendapat banyak perhatian dari kalangan ahli lingkungan dan kehutanan dunia karena berpengaruh terhadap perubahan iklim global.

“Betapa pentingnya eksistensi hutan, bahkan Albert Einsten pun mengungkapkan kekhawatirannya dengan kalimat berikut ini: jika lebah menghilang dari permukaan bumi, maka orang hanya akan memiliki empat tahun hidup. Jika tidak ada lagi lebah, tidak ada penyerbukan, tidak ada tanaman, tidak ada hewan, maka tidak akan ada lagi manusia,” tambah Sultan.

Lebih lanjut Sultan menyampaikan bahwa menurut laporan terbaru dari Panel Antar PBB tentang Perubahan Iklim, emisi gas rumah kaca terus meningkat ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Terlebih lagi, dalam 15 tahun ke depan, populasi negara-negara ASEAN diproyeksikan akan meningkat 84 juta orang.


Posted by Rizda - 12:00 am, 18. June 2014 - 1985 klik

Rakornis Badan Litbang Kehutanan, Forum Konsolidasi dan Koordinasi Perencanaan Kelitbangan Kehutanan

Rakornis Badan Litbang KehutananFORDA (Yogyakarta, 18/06/2014)

Dalam rangka konsolidasi dan koordinasi perencanaan kelitbangan kehutanan 2015-2019, Badan Litbang Kehutanan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Tahun 2014 di Yogyakarta, 18 – 21 Juni 2014.

Selain menetapkan dan memformulasikan kegiatan kelitbangan kehutanan yang dituangkan dalam Rencana Kerja (Renja) dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) Tahun 2015, Rakornis bertema “Penerapan Penelitian Integratif pada KPH Menuju Pembangunan Kehutanan yang Berbasis IPTEK” ini juga bertujuan untuk membahas permasalahan strategis dan aktual guna memperoleh rekomendasi perbaikan Badan Litbang Kehutanan ke depan.

Tema yang diangkat sejalan dengan kebijakan Kementerian Kehutanan yang telah menetapkan terbangunnya KPH sebagai lembaga pengelola hutan di tingkat tapak dan tuntutan agar hasil-hasil litbang kehutanan dapat digunakan menuju kemandirian KPH.


Posted by priyo - 12:00 am, 05. June 2014 - 1599 klik

Sinergisitas Pembangunan Hutan Tanaman

BBPBPTH (Yogyakarta, 04/06/2014)_Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPBPTH) mendapat kehormatan menerima kunjungan dari Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan (Dirjen BUK) pada Rabu (04/06). Pada kesempatan tersebut Direktur Jenderal BUK, Ir. Bambang Hendroyono, MM, didampingi oleh beberapa Pejabat Eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal BUK.

Pertemuan dilaksanakan di Ruang Seminar BBPBPTH yang diawali dengan penjelasan singkat oleh Kepala BBPBPTH, Dr. Ir. Mahfudz, MP, mengenai hasil-hasil penelitian unggulan yang telah dihasilkan dan penelitian yang sedang dilaksanakan. Selanjutnya pemaparan materi tentang Persoalan Hama dan Penyakit Tanaman HTI oleh Dr. Anto Rimbawanto.

Dalam sambutannya Dirjen BUK, Ir. Bambang Hendroyono, MM, mengatakan bahwa Direktorat Jenderal BUK dalam mengelola hutan produksi tidak bisa sendiri. Selama ini kesan yang ditimbulkan apabila kita menyebut BUK selalu berkaitan dengan pengusaha. Hal inilah yang membuat kami ingin mengubah paradigma tersebut.

“Rupanya dengan adanya Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dapat menyatukan segenap eselon I yang ada di Kementerian Kehutanan. Delapan eselon I sudah waktunya untuk saling mendukung dalam hal formulasi kebijakan, implementasi kebijakan dan evaluasi kebijakan,” kata Bambang. 


Posted by Rizda - 12:00 am, 30. May 2014 - 2290 klik

Pengukuhan Forum Komunikasi Peneliti, Widyaiswara dan Penyuluh Kehutanan Provinsi Sumatera Utara (FKPWP Provsu)

Pengukuhan FKPwP SumutBPK Aek Nauli (P. Siantar, 28/05/2014)_Amanat Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Pasal 53 menyebutkan bahwa kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang), pendidikan dan pelatihan (diklat) dan penyuluhan merupakan tiga pilar dan pendukung kegiatan pembangunan kehutanan.

Dalam rangka memenuhi amanat undang-undang tersebut dan optimalisasi koordinasi antar instansi Litbang, Diklat dan Penyuluhan Kehutanan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan (BP2SDM), Dr. Tachrir Fathoni, M.Sc telah mengukuhkan Forum Komunikasi Peneliti, Widyaiswara dan Penyuluh Kehutanan Provinsi Sumatera Utara (FKPWP Provsu), Rabu (21/05) di Balai Diklat Kehutanan (BDK) Pematang Siantar.

Acara pengukuhan diawali penyampaian laporan Kepala BDK Pematang Siantar, Dr. Sumarlan, S.TP, M.Si yang menyampaikan bahwa sebelum FKPWP Provsu ini dikukuhkan, telah dilakukan dua kali pertemuan pra pembentukan yang dihadiri oleh perwakilan berbagai instansi yang terlibat.


Posted by Rizda - 12:00 am, 19. May 2014 - 1940 klik

Swara Samboja: Kemana Arah Penelitian Keanekaragaman Hayati Indonesia?

”If the bee disappeared of the surface of the globe then man would only have four years of life left. No more bees, no more pollination, no more plants, no more animals, no more man” -Albert Einstein

Balitek KSDA (Samboja, 18/05/2014)_Indonesia merupakan mega biodiversity country. Maka sangat tepat jika penelitian dan iptek berbasis sumber kekayaan alam ini terus digali dan diperdalam secara cermat dan dikembangkan secara optimal untuk mengatasi permasalahan pokok bangsa.

Sebagai lembaga riset, Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam (Balitek KSDA) berupaya maksimal mendukung pengelolaan sumberdaya keanekaragaman hayati menjadi nilai nyata yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia. Kedaulatan pangan, energi, obat-obatan adalah arah penting dari pemanfaatan keanekaragaan hayati yang kita miliki dan sejalan dengan muara tujuan pembangunan, yakni kesejahteraan masyarakat.

Fokus pada kemana arah penelitian keanekaragaman hayati Indonesia, Swara Samboja Vol. III No. 1 Tahun 2014 ini mengemukakan strategi penelitian bertajuk “Mengembangkan Penelitian Keanekaragaman Hayati” yang ditulis oleh Prof. Dr. Hadi S. Alikodra, Guru Besar Bidang Ekologi dan Satwa Liar, IPB. Selain itu, Tri Atmoko, Peneliti Balitek KSDA akan menambah wawasan kita dengan paparannya “Satwa sebagai Obyek Penelitian: Bioetika dan Pemanfaatannya”.


Posted by Rizda - 12:00 am, 13. May 2014 - 2896 klik

Kepala Badan Litbanghut: Menjawab Persoalan di Tingkat Tapak (KPH), Wujud Aksiologi Peneliti

Geltek KPH 2014FORDA (Bogor, 12/05/2014)_Menurut Kepala Badan Litbang Kehutanan, dalam menjalankan penelitiannya, peneliti harus bersifat aksiologi (filsafat ilmu: bagaimana manusia menggunakan ilmunya). Wujud aksiologi di sini mengandung makna bahwa peneliti dalam mengkonstruksikan penelitiannya wajib menjawab persoalan di tingkat tapak.

“Saya menganggap KPH sebagai wujud aksiologi,” kata Kepala Badan Litbang Kehutanan, Prof. Dr. Ir. San Afri Awang, M.Sc dalam sambutannya saat membuka acara Geltek Hasil Litbang Kehutanan untuk Mendukung KPH di Ballroom IPB International Convention Center, Bogor, Senin (12/05).

Untuk itu, Kepala Badan Litbang Kehutanan yang baru dilantik pada Jumat (09/05) tersebut juga berharap peneliti dapat meningkatkan komunikasi dan tidak soliter. Menurutnya, apabila penelitian dibingkai dengan bagus maka akan menggambarkan apa yang sesungguhnya dihasilkan. Selain itu, perlu keseimbangan antara penelitian dan pengembangan.


Posted by Rizda - 12:00 am, 09. May 2014 - 3079 klik

Gelar IPTEK Hasil Litbang Kehutanan untuk Mendukung KPH

FORDA (Bogor, 09/05/2014)_Dalam rangka peningkatan kemanfaatan penerapan IPTEK Kehutanan di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) serta upaya mendukung pengarusutamaan KPH sebagai prioritas pembangunan kehutanan, Badan Litbang Kehutanan berkerjasama dengan Dirjen Planologi Kehutanan dan Forests and Climate Change Programme - Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (FORCLIME-GIZ) menyelenggarakan Gelar IPTEK Hasil Litbang Kehutanan untuk mendukung KPH Tahun 2014, Senin (12/05).

Acara yang dilaksanakan di IPB International Convention Center (IICC), Botani Square Bogor ini bertujuan untuk mendekatkan, mentransformasikan dan meningkatkan pemanfaatan IPTEK yang dihasilkan Badan Litbang Kehutanan kepada para pengelola KPH, mendorong terwujudnya keberhasilan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya hutan secara optimal dan lestari pada Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta mendorong peningkatan interaksi dan kerjasama kemitraan, antara peneliti dan pengelola KPH.


Posted by Rizda - 12:00 am, 07. May 2014 - 1883 klik

SBY: Forest Asia Summit, Motivasi Bersama Menjaga Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup

Forest Asia Summit 2014

FORDA (Jakarta, 06/05/2014)_Dalam rangka membangun komitmen untuk pembangunan hijau, investasi berkelanjutan, penelitian terpadu, dan kerjasama lintas batas dengan komunikasi yang intensif terkait kehutanan di Asia Tenggara, Center for International Forestry Research (CIFOR) bekerjasama dengan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menyelenggarakan Forest Asia Summit di Hotel Shangri-La, Jakarta, 5-6 April 2014.

Membuka acara tersebut, Presiden Republik Indonesia, Dr. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyambut baik konferensi yang diikuti oleh 10 menteri negara anggota ASEAN, pejabat yang terlibat langsung di bidang kehutanan, peneliti, dan pengusaha, LSM lingkungan dan kehutanan serta akademisi dari seluruh negara-negara Asia Tenggara ini.

Menurutnya, konferensi bertema Lanskap Berkelanjutan untuk Pembangunan Hijau di Asia Tenggara ini sangat penting terkait kesiapan penduduk bumi secara bahu membahu mewujudkan tujuan mulia, yaitu menyelamatkan hutan tropis di negeri ini.


Posted by Rizda - 12:00 am, 30. April 2014 - 1575 klik

Badan Litbang Siap Selenggarakan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP)

FORDA (Bogor, 29/04/2014)_Tahun ini, Badan Litbang Kehutanan mengagendakan penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).

“April merupakan start point,” kata Sekretaris Badan Litbang Kehutanan, Ir. Tri Joko Mulyono, M.Sc sebagai pengantar Diskusi Persiapan Penyelenggaraan SPIP Lingkup Badan Litbang Kehutanan di Ruang Sudiarto, Kampus Litbang Gunung Batu, Bogor, Senin (28/04).

Pada bulan Mei-Oktober, Sekbadan menjadwalkan semua satuan kerja (satker) lingkup Litbang wajib melaksanakan SPIP. Monitoring pelaksanaan SPIP tersebut akan dilaksanakan sendiri oleh Badan Litbang Kehutanan. Kemudian pada Oktober akan dilaksanakan evaluasi dan sharing pengalaman pelaksanaan SPIP di semua satker litbang.


Posted by Rizda - 12:00 am, 24. April 2014 - 3926 klik

Pengembangan Biomassa sebagai Bioenergi, Tantangan Makro bagi Sektor Kehutanan

FORDA (Bogor, 23/04/2014)_Realita energi nasional kita saat ini mengalami penurunan cadangan minyak bumi. Hal tersebut tidak bisa dihindari seiring pemakaian yang terus menerus dan lama kelamaan bisa habis. Di sisi lain, konsumsi bahan bakar tidak bisa ditekan karena peningkatan kebutuhan energi sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan populasi, yang 10 tahun terakhir naik sekitar 7%/tahun.

“Ini sungguh suatu realita yang harus kita sikapi bersama sehingga adanya suatu energi alternatif terbarukan menjadi keharusan yang harus kita dorong perkembangannya,” kata Wening Sri Wulandari, S.Hut, M.Si, dalam paparannya pada Diskusi Ilmiah yang membahas tentang Penelitian Integratif Biomassa/Bioenergi di kampus Litbang Kehutanan, Bogor, Selasa (22/04).

Menyadari bahwa energi fosil akan semakin berkurang, lanjut Wening, pemerintah sebenarnya telah membuat kebijakan yang disebut bauran energi primer: pada 2025 ditetapkan 15% energi berasal dari sumber energi baru dan terbarukan yang terdiri dari geothermal, biofuel dan biomassa. Bahkan, Kementerian ESDM juga telah menetapkan Roadmap Pengembangan Biofuel sampai 2025, namun kebijakan dan roadmap tersebut belum bisa berjalan sebagaimana mestinya dan mencapai targetnya karena masih banyak kendala.

Hal ini menjadi tantangan besar bagi Kementerian Kehutanan, karena menurut Wening, sektor kehutanan punya pengaruh besar dalam hal menggali dan menciptakan energi baru dan terbarukan. Sektor kehutanan yang mengelola 60% luas daratan Indonesia sangat potensial sebagai penyuplai bioenergi untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.