FOKUS LITBANG

AGROFORESTRY DAY: Menuju Asia Tenggara yang Berkelanjutan

👤admin 🕔 07:00 pm, 12. October 2011 - 1933 klik

agro-dayICRAF bekerjasama dengan Badan Litbang Kehutanan menyelenggarakan seminar dalam rangka hari Agroforesty Kawasan Asia Tenggara dengan tema “Menuju Asia Tenggara yang Berkelanjutan” di Jakarta pada tanggal 23 September 2011. Pada acara yang dihadiri oleh lebih dari 120 orang ini dilakukan tandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara ICRAF dengan Kementerian Kehutanan yang dilaksanakan oleh DG ICRAF (Dr. Dennis A Garrity) dengan Kepala Badan Litbang Kehutanan (Dr. Tachrir Fathoni). MoU ini merupakan perpanjangan dari MoU sebelumnya dan berlaku selama 5 tahun. 

Dalam MoU yang baru, ruang lingkup kerjasama mencakup penelitian terkait manajemen agroforestry, kebijakan, agroforestry dalam hubungannya dengan jasa lingkungan termasuk perubahan iklim, sistem dan teknologi agroforestry, pengetahuan lokal terkait praktek agroforestry, pemanfaatan materi genetik unggul untuk penanaman pohon, peningkatan kapasitas dan penguatan manajemen termasuk pengembangan Balai Penelitian Teknologi Agroforestry Ciamis, website dan publikasi bersama terkait agroforestry dan topik kerjasama lain yang disepakati bersama. Pada acara ini ICRAF berkomitmen memberikan grant sebesar USD 50,000  untuk pengembangan Balai Penelitian Teknologi Agroforestry Ciamis.

Read Full Article

Diskusi Penetapan Kinerja dan LAKIP

👤admin 🕔 07:00 pm, 08. September 2011 - 1670 klik

fokus-lakipSebagai salah satu upaya untuk dapat menyajikan akuntabilitas kinerja yang semakin baik, Pustekolah menyelenggarakan Diskusi Penetapan Kinerja dan LAKIP : Peraturan Menpan dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010, di Bogor, tanggal 8 September 2011. Hadir sebagai Narasumber adalah Kepala Pusat Kajian Manajemen Pelayanan – LAN, Bapak Sihabudin. Diskusi ini dipandang penting dan prioritas dilaksanakan, karena dalam  penyusunan  LAKIP 2011 harus sudah mengacu pada ketentuan Permenpan tersebut.

Dokumen Penetapan Kinerja merupakan suatu dokumen pernyataan kinerja/kesepakatan kinerja/ perjanjian kinerja antara atasan dan bawahan untuk mewujudkan target kinerja tertentu berdasarkan pada sumber daya yang dimiliki oleh instansi. Dokumen Penetapan Kinerja dimanfaatkan oleh setiap pimpinan instansi pemerintah untuk a) Memantau dan mengendalikan pencapaian kinerja organisasi, b) Melaporkan capaian realisasi kinerja dalam LAKIP dan c)Menilai keberhasilan organisasi.

Laporan akuntabilitas kinerja adalah laporan kinerja tahunan yang berisi pertanggung jawaban kinerja suatu instansi dalam mencapai tujuan/sasaran strategis instansi. Laporan Akuntabilitas Kinerja dimanfaatkan untuk a) Bahan evaluasi akuntabilitas kinerja bagi pihak yang membutuhkan, b) Penyempurnaan dokumen perencanaan periode yang akan datang, c) Penyempurnaan pelaksanaan program dan kegiatan yang akan datang; dan d) Penyempurnaan berbagai kebijakan yang diperlukan.

Read Full Article

Berbagi Pengalaman serta Monitoring & Evaluasi Kerjasama Penelitian

👤admin 🕔 07:00 pm, 24. August 2011 - 1591 klik

kerjasamaBadan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan menyelenggarakan kegiatan “Peningkatan Kapasitas Kerjasama Melalui Sharing Experience Seconded/ Liaison Office/ Project Coodinator dan Monitoring & Evaluasi Kerjasama Penelitian” pada tanggal 18-19 Agustus 2011 di Bogor. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan SDM Badan Litbang Kehutanan mengenai kerjasama penelitian baik dalam maupun luar negeri sehingga mampu melakukan kerjasama penelitian yang lebih baik di masa yang akan datang.  Luaran yang dihasilkan adalah terintegrasinya kerjasama penelitian lingkup Badan Litbang sehingga mampu memberikan hasil yang optimal dan mendukung renstra Badan Litbang dan Kementrian Kehutanan.

Kegiatan ini menekankan agar kerjasama luar negeri Indonesia harus sesuai dengan Paris Declaration dan Jakarta Commitment dimana bentuk partnership adalah yang paling tepat karena sesuai dengan prinsip mutual respect, mutual trust dan mutual benefit. Selain itu dibahas pula mengenai permasalahan kerjasama luar negeri yang dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu masalah teknis, kelembagaan/SDM dan anggaran. 

Read Full Article

Pelantikan Pejabat Struktural Eselon III dan IV lingkup Kementerian Kehutanan

👤budi 🕔 07:00 pm, 01. August 2011 - 1549 klik

Pelantikan Pejabat Struktural Eselon III dan IV lingkup Kementerian Kehutanan pada hari Selasa tanggal 2 Agustus 2011 berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan no. SK.5641/Menhut-II/Peg/2011

Read Full Article

Pertemuan Internasional INAFOR: Call for Papers

👤admin 🕔 08:09 am, 18. December 2017 - 3176 klik
INAFORPada tanggal 5 – 7 Desember 2011, Badan Litbang Kehutanan (FORDA) bekerjasama dengan FORDEF (Forestry Research and Development Forum), GAForN (Germany Alumni Forestry Network) dan Asosiasi Kehutanan akan menyelenggarakan Pertemuan Internasional INAFOR (Indonesia Forestry Researchers).

Pertemuan Internasional INAFOR dimaksudkan sebagai media pertemuan semua scientist Kehutanan Indonesia yang tergabung dalam institusi litbang Kehutanan baik dari sektor Pemerintah maupun dari Sektor Swasta di Indonesia. Diharapkan nantinya pertemuan INAFOR ini merupakan bagian kegiatan IUFRO (International Union Foretry Research Organization) yang dilakukan di Indonesia, untuk mempersiapkan keterlibatan Indonesia dalam IUFRO.

Pertemuan Internasional INAFOR diharapkan menjadi pertemuan ilmiah bagi institusi Litbang kehutanan se Indonesia untuk menggalang upaya memajukan Litbang kehutanan, tukar menukar informasi ilmiah dan untuk mengetahui ‘state of the art’ litbang kehutanan. Pertemuan ini direncanakan nantinya bisa dilaksanakan secara periodik.

Read Full Article

Peranan Sistem Informasi Geografi (SIG) dalam Penelitian Kehutanan

👤admin 🕔 08:09 am, 18. December 2017 - 7611 klik

sigFORDA (Bogor, 15 Juni 2012)_Keberadaan hutan senantiasa berhubungan dengan dimensi spasial/keruangan, sehingga untuk menjaga dan meningkatkan daya guna hutan dibutuhkan dukungan IPTEK kehutanan yang berbasis data spasial. Oleh karena itu, penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam kegiatan penelitian kehutanan sangat penting karena mampu merekam, menyimpan, memproses serta menampilkan data spasial. Demikian dipaparkan oleh Prof. Ris. Dr. Ir. Pratiwi, M.Sc, Peneliti dari Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi (Puskonser) pada acara Pembahasan Rencana Kerja Laboratorium SIG Badan Litbang kehutanan di Bogor, belum lama ini.

Banyak aspek kehutanan yang berkaitan dengan dimensi spasial. Aspek-aspek tersebut antara lain adalah hidrorologi, konservasi tanah, karakteristik ekosistem, karakteristik biodiversitydalam berbagai ekosistem, dan sebagainya. “Degradasi hutan, lahan kritis, potensi longsor dan banjir, pemanasan global, konflik di kawasan hutan, adalah beberapa isu kehutanan yang berkaitan dengan dimensi spasial dan membutuhkan penyelesaian berdimensi spasial,” papar Pratiwi lebih lanjut.

“Ketersediaan data spasial yang lengkap dan akurat sangat membantu dalam kegiatan penelitian,” kata Hendra Gunawan, peneliti dari Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi (Puskonser). 

Read Full Article