FOKUS LITBANG

Badan Litbang Kehutanan Luncurkan Program Kegiatan Pengelolaan Jenis Tumbuhan Invasif di Asia Tenggara

👤admin 🕔 07:00 pm, 27. August 2012 - 2015 klik

baluranFORDA (Bogor, 28/08/12)_Dalam rangka memitigasi ancaman Invasive Alien Species (IAS)  di wilayah Asia Tenggara, Indonesia akan melaksanakan kegiatan Removing Barriers to Invasive Species Management in South East Asia (RBIS-SEA).  Kegiatan yang memperoleh dana hibah dari Global Environmental Facilities (GEF) melalui United Nations Environment Programme (UNEP) ini mencakup 4 negara anggota ASEAN yakni Indonesia, Kambodja, Vietnam dan Filipina. Program kegiatan ini akan berjalan selama 48 bulan (4 tahun) mulai pertengahan tahun 2012 hingga pertengahan tahun 2016.

Dalam pelaksanaannya UNEP akan menjadi Implementing Agency  bekerja sama dengan Commonwealth Agriculture Beuro International (CABI).  Indonesia merupakan negara yang pertama dari keempat negara partisipan tersebut yang memulai kegiatan ini pada 6 Juli 2012 yang ditandai dengan penandatangan Sub-Contract Agreement (GEF- Trust Fund Project Number 0515) antara CABI sebagai Lead/Regional Executing Agency dan Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi (Puskonser) Kementerian Kehutanan, sebagai National Executing Agency. Dalam kegiatan ini Kepala Puskonser (Ir. Adi Susmianto, MSc) akan bertindak selaku National Project Director/NPD (Co-finance) dan Dr. Titiek Setyawati (Peneliti Puskonser) sebagai National Project Coordinator/NPC (GEF-UNEP through CABI-secondee). 

Maksud utama dari kegiatan ini adalah untuk melakukan upaya konservasi terhadap hutan yang memiliki kepentingan secara global termasuk didalamnya keanekaragaman spesies dan genetika di kawasan hutan tropis di Asia Tenggara.  Sedangkan tujuannya adalah untuk memitigasi ancaman IAS terhadap biodiversitas dan ekonomi lokal yang ada di Asia Tenggara terutama di kawasan hutan yang dilindungi termasuk kawasan konservasi dan hutan produksi.  

Read Full Article

Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, Bentuk Pertanggungjawaban Riset kepada Publik

👤admin 🕔 07:00 pm, 09. August 2012 - 1152 klik

hateknasFORDA (Bogor, 10/8/2012)_Inovasi untuk Kemandirian Bangsa, merupakan tema peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) ke-17 yang diselenggarakan di Bandung pada 8 s/d 11 Agustus 2012.

Peringatan HAKTEKNAS yang menyajikan berbagai hasil inovasi teknologi anak bangsa tersebut dibuka dan diresmikan oleh Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta pada Rabu (8/08). Rangkaian acara tersebut mulai dari RITech Expo di Sasana Budaya Ganesha, Triple Helix Conference, dan upacara di Gedung Sate hari ini (10/08).

Menristek menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban terhadap publik atas hasil-hasil riset dan inovasi yang telah dilakukan oleh para peneliti Indonesia. "Pameran ini diharapkan dapat memberikan pengalaman dan pemahaman baru akan keberadaan IPTEK, bahwa inovasi teknologi bangsa Indonesia ternyata sudah cukup banyak," katanya.

"Pameran ini diselenggarakan dalam rangka membangkitkan budaya inovasi di kalangan masyarakat," jelas Menristek yang akan berada di Bandung selama sepekan ini untuk mengikuti rangkaian kegiatan Hakteknas tersebut.

Read Full Article

Launching Monograf Model-Model Alometrik untuk Pendugaan Biomassa Pohon pada Berbagai Tipe Ekosistem Hutan di Indonesia

👤admin 🕔 07:00 pm, 24. July 2012 - 3029 klik

pohonFORDA (Bogor, 25/07/2012)_Data dan  informasi mengenai  stok karbon dalam biomassa hutan  beserta perubahannya secara spasial, sangat diperlukan untuk menyusun strategi  penurunan emisi  Gas Rumah Kaca (GRK) akibat deforestasi  dan degradasi  hutan dan peningkatan stok karbon  hutan. Oleh  karena  itu, diperlukan Sistem Perhitungan Karbon Nasional yang komprehensif, kredibel dan dapat diverifikasi. 

Salah satu langkah awal dalam pengembangan sistem ini  adalah melakukan inventarisasi dan  kajian terhadap model-model alometrik  biomassa dan volume pohon agar diperoleh referensi  model-model  alometrik  yang  sesuai  dengan  kondisi yang spesifik di lndonesia.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan telah menyusun Monograf “Model-Model Alometrik  untuk  Pendugaan Biomassa Pohon pada Berbagai Tipe Ekosistem Hutan di Indonesia”.

Monograf ini merupakan hasil kajian peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan terhadap hasil-hasil penelitian terkait dengan model-model alometrik biomassa dan volume pohon yang sudah dikembangkan pada berbagai jenis pohon dan tipe ekosistem hutan di Indonesia. Monograf ini diharapkan akan menjadi input yang sangat penting bagi pengembangan Sistem Perhitungan Karbon Nasional Indonesia (Indonesian National Carbon Accounting System/INCAS).

Read Full Article

Komunikasi Riset, Strategi Jitu Memasarkan Hasil Litbang

👤admin 🕔 07:00 pm, 20. July 2012 - 1239 klik

komunikasiFORDA (Bogor, 21 Juli 2012)_Salah satu tolak ukur keberhasilan riset adalah hasilnya diaplikasikan oleh pengguna. Untuk sampai kepada pengguna diperlukan strategi pemasaran yang jitu, yakni komunikasi riset.

 “Komunikasi riset merupakan kegiatan untuk mengemas hasil riset berupa iptek dan kebijakan menjadi pengetahuan publik,” kata Dr. Kirsfianti L. Ginoga, Kepala Pusat Litbang Perubahan Iklim dan Kebijakan (Puspijak), pada pengantar workshop komunikasi riset di Bogor, Selasa (17/07).

“Tugas penting peneliti adalah 3T yaitu Temu, Tulis dan Tebar,” kata Kirsfianti. Hasil riset tersebut harus ditranslasi dan ditransformasi dengan bahasa yang mudah dimengerti publik. Tahap selanjutnya adalah menyampaikan hasil riset tersebut kepada pengambil kebijakan, praktisi (widyaiswara, penyuluh, pengusaha), masyarakat umum, dan masyarakat ilmiah.

Hal di atas menunjukkan bahwa komunikasi lebih dari sekedar menyampaikan atau menyebar pesan. Komunikasi termasuk upaya agar pesan itu sampai dengan memberikan dampak yang diinginkan. Salah satu teknik komunikasi yang harus dilakukan adalah mengenali mitra atau audience. Pesan akan berhasil disampaikan ketika mengenali siapa yang diajak berbicara.  Selanjutnya, barulah disusun pesan yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman mitra. 

Read Full Article

Rakornis Badan Litbang Kehutanan 2012, Ajang Konsolidasi untuk Tingkatkan Profesionalisme

👤admin 🕔 07:00 pm, 13. July 2012 - 1552 klik

rakorFORDA (Bandung, 14 Juli 2012)_Konsolidasi internal dan mengkaji lebih dalam (retrospeksi) capaian Badan Litbang Kehutanan saat ini, adalah fokus penyelenggaraan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) 2012. Tujuannya adalah untuk meningkatkan profesionalisme Badan Litbang Kehutanan dalam mendukung kinerja pembangunan sektor kehutanan.

“Sebagai awal konsolidasi, kita perlu melakukan refleksi perjalanan pelaksanaan penelitian terutama pengelolaan sumber daya anggaran maupun SDM dalam proses menghasilkan paket IPTEK, “ kata Dr. R. Iman Santoso, Kepala Badan Litbang Kehutanan di Bandung, Rabu (11/07/12).  Penelitian mempunyai peran yang sangat penting dalam pembangunan sektor kehutanan. “Apakah peran tersebut sudah kita laksanakan dengan baik ?”, katanya lebih lanjut.

“Hal ke-2 yang penting adalah profesionalisme. Bagaimana kinerja kita selama setahun ini, dan bagaimana dengan tahun-tahun lalu? Apakah hasil iptek kita sudah sesuai dengan kebutuhan pengguna? Berapa besar sumbangsih hasil litbang terhadap kebutuhan pengguna ?”, lanjut Iman dalam pembukaan Rakornis 2012 tersebut.

Oleh karena itu, dalam  arahannya saat pembukaan Rakornis tersebut, Iman  berharap agar penelitian litbang tidak bisa lagi bersifat reaktif terhadap isu yang muncul, tapi harus proaktif, one-step ahead, dan visioner. “Litbang harus mempunyai curiosity dan selalu well informed dengan berbagai dinamika perkembangan dan perubahan yang terjadi di sektor kehutanan. Interaksi dengan eselon-I lain dan para pengguna sangat diperlukan untuk mengetahui secara jelas kebutuhan dukungan yang diminta, “ katanya.

Read Full Article

Dukung Program Penanaman Kemenhut, Badan Litbang Kehutanan Bangun Sumber Benih Unggul

👤admin 🕔 07:00 pm, 08. July 2012 - 1962 klik

jatiFORDA (Bogor, 9 Juli 2012)_Mulai 2009, Badan Litbang Kehutanan diharuskan membangun demplot sumber benih unggul di setiap unit kerja. Demikian disampaikan oleh Sekretaris Badan, Ir. Wisnu Prastowo, M.F., saat membacakan sambutan dan arahan Kepala Badan pada pembukaan  Workshop Pemanfaatan Benih Unggul dari Sumber Benih Bersertifikat, di Jogja, Kamis (05/07/12).

“Penggunaan benih unggul bagi program penanaman di Kementerian Kehutanan (Kemenhut) merupakan keniscayaan, “ kata Prastowo. Ini karena hasil penanaman baru dapat dirasakan setelah periode waktu yang lama, sehingga pembuatan tanaman harus berkualitas dan dapat diharapkan memberikan hasil yang baik. 

Riset Pemuliaan tanaman adalah proses untuk mendapatkan bibit unggul yang akan diterapkan secara masal untuk mendapatkan hasil berkualitas dikemudian hari. Proses pemuliaan tanaman akan melalui pembangunan sumber benih untuk melakukan testing dan seleksi. Pada saat yang sama, sumber benih juga dapat menjadi cadangan untuk menjadi sumber materi tanaman.  “Oleh karena itu, sumber benih merupakan areal strategis yang harus mendapat perhatian Badan Litbang Kehutanan, karena merupakan areal riset pemuliaan sekaligus bisa untuk sumber bahan perbanyakan tanaman”, kata Prastowo lebih lanjut.

Sumber benih yang dibangun harus mencakup 4 jenis pohon, yang terdiri dari 3 jenis unggulan lokal dan 1 jenis langka yang perlu dilindungi. Berdasarkan keputusan Kepala Badan Litbang No SK63/VII/P3PH-1 2010 tentang Pembangunan Demplot Sumber Benih, tercatat 57 jenis tanaman yang ada di sumber benih dari 15 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Litbang Kehutanan, dengan total luas 295,9 Ha.

Read Full Article

Mengusung Mekongga sebagai Kawasan Konservasi

👤admin 🕔 07:00 pm, 27. May 2012 - 1555 klik

mekonggaFORDA (Bogor, 28 Mei 2012)_Hutan Lindung Pegunungan Mekongga, Sulawesi Tenggara, yang kaya biodiversitas serta merupakan daerah tangkapan air bagi  3 DAS penting di 4 kabupaten, layak untuk dijadikan kawasan konservasi. Demikian disampaikan oleh Dr. Hendra Gunawan, Associate Program (AP)-4 Leader International Cooperative Biodiversity Group (ICBG)-Indonesia dalam Workshop dan Diseminasi Hasil ICBG pada 23 Mei 2012 lalu di Gd. Manggala Wanabakti, Jakarta.

Usulan tersebut lahir melalui workshop “Masa Depan Mekongga” pada Nopember 2011 lalu di Lasusa, Kab. Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Workshop ini dihadiri Pejabat Pemda Kolaka dan Kolaka Utara serta para stakeholder termasuk pejabat camat dan desa,  indigenous people, tokoh adat, LSM lokal serta guru dan pelajar. “Workshop inilah yang menghasilkan kesepakatan bersama untuk mengusulkan Mekongga menjadi kawasan konservasi, sehingga prosesnya bottom up, bukan top down, “ tegas Hendra Gunawan.

Dr. Rosichon, Peneliti Biologi LIPI dalam paparannya menyampaikan bahwa kegiatan ICBG-Indonesia di Mekongga Sulawesi Tengara merupakan kerjasama internasional yang melibatkan LIPI, Kemenhut, ITB, University of California-Davis, University of California-Berkeley dan University of California-San Fransisco. Kerjasama ini bertujuan untuk menggali kekayaan biodiversitas Indonesia yang dilaksanakan di Pegunungan Mekongga, Sulawesi Tenggara bagi kesejahteraan manusia.

Dalam kurun waktu 2008 – 2013, kerjasama dilaksanakan  melalui  4 Associate Program (AP), yaitu (AP-1) Survey taksa terpilih Makroorganisme dan vertebrata di hutan dataran rendah dan tinggi; (AP-2) Survey taksa terpilih Mikroorganisme di hutan dataran rendah dan tinggi; (AP-3) Studi bioprospeksi (bacteria, fungi, plants dan insects) untuk bahan baku obat dan energi; dan (Ap-4) Pendidikan konservasi, kemitraan dan Etika.

Read Full Article

Sektor Kehutanan Sebagai Pemasok Kebutuhan Energi Nasional: Mengapa Tidak?

👤admin 🕔 07:00 pm, 10. May 2012 - 1741 klik

bioenergiFORDA (Jakarta, 11 Mei 2012)_Sektor kehutanan berpotensi besar untuk memasok kebutuhan energi nasional.  Kekayaan jenis tumbuhan penghasil bahan baku energi, luasnya kawasan hutan dan iklim tropis Indonesia merupakan sumber daya potensial untuk mengembangkan bioenergi dari sektor kehutanan. Demikian disampaikan oleh Putera Parthama, Kepala Puslitbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan (Pustekolah) dalam Dialog Dua Mingguan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) pada 8 Mei 2012 lalu di R. Rapat Utama, Gd. Manggala Wanabakti, Jakarta.

Dialog yang dimoderasi oleh Prof. San Afri Awang, Staf Khusus Menteri Kehutanan Bidang Pemberdayaan Masyarakat bertujuan untuk meningkatkan awareness di kalangan pejabat Kemenhut tentang potensi sektor kehutanan tersebut sekaligus untuk mendapat dukungan pengembangan bioenergi sektor kehutanan. Sekitar 50 orang hadir dalam dialog  tersebut antara lain beberapa media cetak, staf khusus Kemenhut, serta pejabat eselon II, III dan IV Kemenhut lainnya.

 “Sejak 2005 Indonesia sudah keluar OPEC karena telah menjadi net importer minyak bumi. Tahun 2011 kita mengimpor 400.000 barel tiap hari. Bahkan Indonesia Energi Outlook memperkirakan tahun 2030 Indonesia akan mengimpor 1,3 juta barrel per hari. Tahun 2011, APBN terbebani 250 triliun rupiah untuk subsidi BBM. Bayangkan betapa kondisi itu akan sangat memiskinkan negeri ini. Sementara kenaikan kebutuhan energi 10 tahun terakhir mencapai 7 persen per tahun”, kata Putera Parthama mengawali presentasi.  

Read Full Article

Mengukur Kinerja dengan Capaian Outcome (Hasil)

👤admin 🕔 06:00 pm, 26. February 2012 - 1406 klik

outcome

Kontrak kinerja Badan Litbang Kehutanan sebagaimana yang sudah ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Badan Litbang Kehutanan dan Renstra Kementerian Kehutanan Tahun 2010-2014 adalah (1) tercapainya 100 % luaran IPTEK Kehutanan, dan (2) tercapainya 60% IPTEK Kehutanan dimanfaatkan oleh pengguna.

Hal itu berimplikasi bahwa setiap kegiatan penelitian yang dilaksanakan harus mampu menghasilkan IPTEK, dan minimal 60% IPTEK yang telah dihasilkan dapat dimanfaatkan oleh pengguna. Kontrak kinerja Kepala Badan Litbang Kehutanan dengan Menteri Kehutanan tersebut merupakan target yang harus direalisasikan serta harus menjadi perhatian dan fokus bersama, karena bukan hanya akan dimonitor dan dievaluasi oleh UKP4 (Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan), melainkan sebagai pertanggungjawaban kepada publik atas amanah yang diemban.

Read Full Article

Meningkatkan Publikasi Karya Tulis Ilmiah (KTI) di Indonesia

👤admin 🕔 06:00 pm, 07. February 2012 - 1529 klik

s1s2

 

Guna memacu Publikasi Karya Ilmiah di Indonesia, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) mengeluarkan ketentuan baru terkait Publikasi Karya Ilmiah Mahasiswa S1, S2, dan S3. Mahasiswa yang lulus setelah Agustus 2012 diberlakukan ketentuan untuk mempublikasikan karya ilmiahnya sesuai dengan Surat Edaran DIKTI Nomor : 152/E/T/2012.    

Surat yang ditandatangani Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso itu memuat tiga poin yang menjadi syarat lulus bagi mahasiswa program S-1, S-2, dan S-3 untuk memublikasikan karya ilmiahnya, yaitu:

  1. Untuk lulus program Sarjana harus menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah.
  2. Untuk lulus program Magister harus telah menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah nasional, diutamakan yang terakreditasi Dikti
  3. Untuk lulus program Doktor harus telah menghasilkan makalah yang diterima untuk terbit pada jurnal internasional.
Read Full Article