FOKUS LITBANG

Mengukur Kinerja dengan Capaian Outcome (Hasil)

👤admin 🕔 06:00 pm, 26. February 2012 - 1353 klik

outcome

Kontrak kinerja Badan Litbang Kehutanan sebagaimana yang sudah ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Badan Litbang Kehutanan dan Renstra Kementerian Kehutanan Tahun 2010-2014 adalah (1) tercapainya 100 % luaran IPTEK Kehutanan, dan (2) tercapainya 60% IPTEK Kehutanan dimanfaatkan oleh pengguna.

Hal itu berimplikasi bahwa setiap kegiatan penelitian yang dilaksanakan harus mampu menghasilkan IPTEK, dan minimal 60% IPTEK yang telah dihasilkan dapat dimanfaatkan oleh pengguna. Kontrak kinerja Kepala Badan Litbang Kehutanan dengan Menteri Kehutanan tersebut merupakan target yang harus direalisasikan serta harus menjadi perhatian dan fokus bersama, karena bukan hanya akan dimonitor dan dievaluasi oleh UKP4 (Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan), melainkan sebagai pertanggungjawaban kepada publik atas amanah yang diemban.

Read Full Article

Meningkatkan Publikasi Karya Tulis Ilmiah (KTI) di Indonesia

👤admin 🕔 06:00 pm, 07. February 2012 - 1493 klik

s1s2

 

Guna memacu Publikasi Karya Ilmiah di Indonesia, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) mengeluarkan ketentuan baru terkait Publikasi Karya Ilmiah Mahasiswa S1, S2, dan S3. Mahasiswa yang lulus setelah Agustus 2012 diberlakukan ketentuan untuk mempublikasikan karya ilmiahnya sesuai dengan Surat Edaran DIKTI Nomor : 152/E/T/2012.    

Surat yang ditandatangani Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso itu memuat tiga poin yang menjadi syarat lulus bagi mahasiswa program S-1, S-2, dan S-3 untuk memublikasikan karya ilmiahnya, yaitu:

  1. Untuk lulus program Sarjana harus menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah.
  2. Untuk lulus program Magister harus telah menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah nasional, diutamakan yang terakreditasi Dikti
  3. Untuk lulus program Doktor harus telah menghasilkan makalah yang diterima untuk terbit pada jurnal internasional.
Read Full Article

INAFOR 2011, Pertemuan Akbar Peneliti Kehutanan

👤admin 🕔 06:00 pm, 04. December 2011 - 1707 klik

opening inafor 

Badan Litbang Kehutanan menggelar Internasional Indonesia Forestry Researcher (INAFOR) 2011, pada 5-7 Desember 2011, bertempat di IPB International Convention Center, Bogor. Pertemuan yang mengambil tema Strengthening Forest Science and Technology for Better Forestry Development ini dibuka oleh Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan dan dihadiri pula Menteri Riset dan Teknologi. Keynote speaker dalam acara ini yaitu Vice President International Union Forestry Research Organization (IUFRO) dengan topik International Forestry Research Cooperation : Opportunity for Developing Country, DG CIFOR dan DG FORDA. Peserta pertemuan sebanyak 500 scientist kehutanan dalam dan luar negeri, a.l institusi litbang/perguruan tinggi, pelaku dunia usaha, dan lembaga swadaya masyarakat, wakil presiden IUFRO, peneliti dari KFRI, JICA, ICRAF dan ACIAR.

Read Full Article

INAFOR PROGRAMME

👤admin 🕔 06:00 pm, 30. November 2011 - 1617 klik

jadwal inafor

Read Full Article

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ABSTRAK DAN POSTER INAFOR 2011

👤admin 🕔 06:00 pm, 23. November 2011 - 2620 klik

inafor-umumSehubungan dengan hasil penilaian naskah oral presentation INAFOR 2011 oleh Tim Seleksi Naskah Oral Presentasi Panitia INAFOR 2011, dengan hormat kami sampaikan hasil seleksi sebagai berikut:

  1. Kami sampaikan terimakasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah sangat antusias mengirimkan abstrak untuk penilaian bahan oral presentasi kegiatan Pertemuan Internasional INAFOR 2011.
  2. Hasil penilaian abstrak diklasifikasikan menjadi:
    1. Diterima untuk Bahan Oral Presentation.
    2. Disarankan untuk Poster Presentation.
    3. Tidak sesuai dengan thema dan kelompok issue yang telah ditetapkan.
  3. Sehubungan dengan butir 2, terlampir kami sampaikan hasil penilaian abstrak yang memenuhi kriteria untuk Bahan Oral Presentation dan Poster Presentation.
Read Full Article

Gelar IPTEK Kehutanan untuk Penyuluh dan Widyaiswara

👤admin 🕔 06:00 pm, 17. November 2011 - 1711 klik
logo iptek litbangMemperkokoh jejaring kerja dan meningkatkan sinergitas antara peneliti, penyuluh dan widyaiswara melalui Forum Litbang Diklatluh adalah strategi yang dijalankan oleh Badan Litbang Kehutanan dalam menyebarluaskan hasil-hasil IPTEK kehutanan. Upaya ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pencapaian target 60% paket iptek kehutanan diadopsi atau dimanfaatkan pengguna, sebagaimana komitmen Badan Litbang Kehutanan dalam Renstra 2010-2014. Hal ini ditegaskan kembali oleh Bapak Kepala Badan Litbang Kehutanan, Dr. Tachrir Fathoni dalam sambutannya, bahwa 60% hasil litbang harus dapat memenuhi kebutuhan para pengguna.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah Gelar Hasil Litbang Kehutanan pada tanggal 3-4 Nopember 2011 di Hotel Papyrus Bogor.  Sebanyak 25 hasil IPTEK Badan Litbang Kehutanan yang praktis dan tepat guna ditampilkan dan didiskusikan bersama antara peneliti, penyuluh dan widyaiswara dalam acara ini.  Melalui acara ini diharapkan hasil-hasil IPTEK tersebut dapat digunakan sebagai bahan pengajaran bagi widyaiswara dan bahan penyuluhan oleh penyuluh kepada masyarakat luas sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan kehutanan.

Read Full Article

BADAN LITBANG: Tambah Satu Profesor Riset

👤admin 🕔 07:00 pm, 24. October 2011 - 1513 klik

Badan Litbang Kehutanan bertambah satu lagi profesor riset, setelah sebelumnya memiliki tujuh Profesor Riset yang telah dikukuhkan. Pengukuhan satu Profesor Riset, yaitu Dr. Adi Santoso, M.Si oleh Majelis Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, pada 25 Oktober 2011, bertempat di ruang Rimbawan II gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Dalam acara pengukuhan tersebut Dr. Adi Santoso, M.Si akan menyampaikan pidato mengenai  “Tanin dan Lignin dari Acacia mangium Wild sebagai Perekat Kayu Majemuk Masa Depan."

Hasil riset yang dicapai oleh Dr . Adi Santoso, M.Si merupakan salah satu pencapaian yang membanggakan, karena dari hasil risetnya di targetkan mampu untuk mengurangi ketergantungan impor dan juga pencemaran lingkungan dari perekat kayu, seperti perekat kayu jenis termoset sintesis yang sebagian besar berasal dari hasil minyak bumi

Read Full Article

AGROFORESTRY DAY: Menuju Asia Tenggara yang Berkelanjutan

👤admin 🕔 07:00 pm, 12. October 2011 - 1814 klik

agro-dayICRAF bekerjasama dengan Badan Litbang Kehutanan menyelenggarakan seminar dalam rangka hari Agroforesty Kawasan Asia Tenggara dengan tema “Menuju Asia Tenggara yang Berkelanjutan” di Jakarta pada tanggal 23 September 2011. Pada acara yang dihadiri oleh lebih dari 120 orang ini dilakukan tandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara ICRAF dengan Kementerian Kehutanan yang dilaksanakan oleh DG ICRAF (Dr. Dennis A Garrity) dengan Kepala Badan Litbang Kehutanan (Dr. Tachrir Fathoni). MoU ini merupakan perpanjangan dari MoU sebelumnya dan berlaku selama 5 tahun. 

Dalam MoU yang baru, ruang lingkup kerjasama mencakup penelitian terkait manajemen agroforestry, kebijakan, agroforestry dalam hubungannya dengan jasa lingkungan termasuk perubahan iklim, sistem dan teknologi agroforestry, pengetahuan lokal terkait praktek agroforestry, pemanfaatan materi genetik unggul untuk penanaman pohon, peningkatan kapasitas dan penguatan manajemen termasuk pengembangan Balai Penelitian Teknologi Agroforestry Ciamis, website dan publikasi bersama terkait agroforestry dan topik kerjasama lain yang disepakati bersama. Pada acara ini ICRAF berkomitmen memberikan grant sebesar USD 50,000  untuk pengembangan Balai Penelitian Teknologi Agroforestry Ciamis.

Read Full Article

Diskusi Penetapan Kinerja dan LAKIP

👤admin 🕔 07:00 pm, 08. September 2011 - 1580 klik

fokus-lakipSebagai salah satu upaya untuk dapat menyajikan akuntabilitas kinerja yang semakin baik, Pustekolah menyelenggarakan Diskusi Penetapan Kinerja dan LAKIP : Peraturan Menpan dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010, di Bogor, tanggal 8 September 2011. Hadir sebagai Narasumber adalah Kepala Pusat Kajian Manajemen Pelayanan – LAN, Bapak Sihabudin. Diskusi ini dipandang penting dan prioritas dilaksanakan, karena dalam  penyusunan  LAKIP 2011 harus sudah mengacu pada ketentuan Permenpan tersebut.

Dokumen Penetapan Kinerja merupakan suatu dokumen pernyataan kinerja/kesepakatan kinerja/ perjanjian kinerja antara atasan dan bawahan untuk mewujudkan target kinerja tertentu berdasarkan pada sumber daya yang dimiliki oleh instansi. Dokumen Penetapan Kinerja dimanfaatkan oleh setiap pimpinan instansi pemerintah untuk a) Memantau dan mengendalikan pencapaian kinerja organisasi, b) Melaporkan capaian realisasi kinerja dalam LAKIP dan c)Menilai keberhasilan organisasi.

Laporan akuntabilitas kinerja adalah laporan kinerja tahunan yang berisi pertanggung jawaban kinerja suatu instansi dalam mencapai tujuan/sasaran strategis instansi. Laporan Akuntabilitas Kinerja dimanfaatkan untuk a) Bahan evaluasi akuntabilitas kinerja bagi pihak yang membutuhkan, b) Penyempurnaan dokumen perencanaan periode yang akan datang, c) Penyempurnaan pelaksanaan program dan kegiatan yang akan datang; dan d) Penyempurnaan berbagai kebijakan yang diperlukan.

Read Full Article

Berbagi Pengalaman serta Monitoring & Evaluasi Kerjasama Penelitian

👤admin 🕔 07:00 pm, 24. August 2011 - 1495 klik

kerjasamaBadan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan menyelenggarakan kegiatan “Peningkatan Kapasitas Kerjasama Melalui Sharing Experience Seconded/ Liaison Office/ Project Coodinator dan Monitoring & Evaluasi Kerjasama Penelitian” pada tanggal 18-19 Agustus 2011 di Bogor. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan SDM Badan Litbang Kehutanan mengenai kerjasama penelitian baik dalam maupun luar negeri sehingga mampu melakukan kerjasama penelitian yang lebih baik di masa yang akan datang.  Luaran yang dihasilkan adalah terintegrasinya kerjasama penelitian lingkup Badan Litbang sehingga mampu memberikan hasil yang optimal dan mendukung renstra Badan Litbang dan Kementrian Kehutanan.

Kegiatan ini menekankan agar kerjasama luar negeri Indonesia harus sesuai dengan Paris Declaration dan Jakarta Commitment dimana bentuk partnership adalah yang paling tepat karena sesuai dengan prinsip mutual respect, mutual trust dan mutual benefit. Selain itu dibahas pula mengenai permasalahan kerjasama luar negeri yang dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu masalah teknis, kelembagaan/SDM dan anggaran. 

Read Full Article